Senin, 11 Agustus 2014

DIET DENGAN SUP PEMBAKAR LEMAK


Holaaaa...

Aku akan menceritakan perkembangan BB dengan Diet Sup Pembakar Lemak. Setelah 7 hari full menjalani diet ini. Banyak banget pelanggaran yang aku jalani *haha* Mungkin karena masih Shock gak ketemu nasi selama seminggu haha lebay. Sumpah seminggu tuh rasanya lamaaaaa banget, pengen buru-buru udahan. Sadar, lemak gak akan hilang begitu aja tanpa ada latihan gerak. Gak bisa dong, mau turun lemak tapi kerjaannya cuma tiduran di kasur sangking lapernya.. kapan mau kurus kalo kayak gitu..

Aku jalanin diet ini dengan dibarengin latihan gerak. Tiap bangun pagi, aku minum 2 gelas, dan langsung pemanasan, terus lanjut skipping. Skipping hari pertama aku targetkan 50 kali, karena aku udah sering latihan skipping. Tapi kalo kalian belum lancar, mulailah dengan 15-20 kali perhari, dan tambah latihannya min. 5 kali setiap harinya. Hari pertama pasti pada pegel karena jarang gerak, makin lama, pasti terbiasa kok. Coba searching di internet cara-cara untuk mengecilkan perut, pinggul dan paha tempat paling besar menimbun lemak. Kalo aku, setiap hari sit up mulai dari 20 kali, besoknya tambah 5 kali, begitu seterusnya, lalu coba lebarkan kaki selebar bahu, jongkok dan tahan selama 5 detik, lakukan sampai 10 kali, itu berguna untuk mengecilkan paha. Minum air putih minimal 8 gelas perhari.

Nih aku jelasin ya, gimana aku dalam menjalani diet dengan Sup Pembakar Lemak...

Hari ke 1
Aturan: Makanlah segala jenis buah kecuali pisang. Makanlah hanya sup pembakar lemak dan buah-buahan sepanjang hari – 1 ini. Untuk minuman boleh konsumsi teh tanpa gula, cranberry juice dan air putih.

Kenyataan: Aku beneran makan sup pembakar lemak, tapi ditumis pake mentega biar mirip kayak capcay kesukaanku, terus pake suwiran ayam didalemnya. Terus pake kaldu bubuk instan, karena kaldu bubuk kurang rasa, aku tambahin garam. Eh ternyata, gak boleh ditumis, gak boleh garam, gak boleh pake ayam, dan di hari pertama diet ini, adek aku beli soto mie daging yang cuma dijual setahun sekali pas lebaran, kurang aseeeem... dan akhirnya masuklah tuh soto mie ke dalem  mulut aku, gak banyak sih cuma 5 sendok kali. Tapi kaaaan, tetep aja ya, lemak lemak baru masuk ke dalem perut yang mau diet. Ah, kacau paraah.. akhirnya, aku mengulang hari pertama besok harinya. Keesokan harinya, aku bener-bener ngejalanin sesuai aturan yang berlaku di undang-undang perdietan hahaha. Paling cuma makan kue lebaran doang dirumah Imam, itu juga 1 biji karena gak tahan liat kue semprit diatas meja.

Hari ke 2
Aturan: Makanlah segala jenis sayuran, baik mentah ataupun direbus sesuai selera. Makanlah sayuran tersebut bersama sup pembakar lemak. Pada saat makan malam, sebagai penghargaan terhadap komitmen anda sendiri, manjakan diri anda dengan kentang rebus. Makanlah sup pembakar lemak dan jangan makan buah sama sekali di hari ke 2 ini.

Kenyataan: Aku jalani hari kedua ini dengan baik, dan tahan sama godaan makanan di mall cijantung. Hari ini, mifta sama vanny ngajakin nonton Hijrah Cinta, dan pasti ujung-ujungnya makan, untung bawa persediaan bekal salad, walaupun malu bawa tempat makan ke dalem Texas Chicken, ah masa bodo lah. Siapa suruh Orange Juice nya kosong, kan biar gak malu-maluin amat. Aku tetep makan Sup Pembakar Lemak ini, dengan direbus. Tapi lama kelamaan kok mual ya? Gak tahan sama baunya itu sayur, aku blender aja. Abis mual.. nah makannya pake salad doang, isi saladnya juga cuma kol, paprika, wortel sama bawang bombay, dicampur pake minyak extrac virgin oil, kalo pake minyak zaitun juga boleh kok. Jangan pake mayonaise ya, karena 2 sdm sama dengan 100 kalori! Oh ya, aku pake putih telur yang direbus juga deh.. kan katanya bagus tuh, langgar sedikit gapapa kali ya? Wkwk :D Malemnya, aku makan kentang rebus. Tapi ibu hari ini bikin somay, alaaah.. makan deh tuh somaynya pake bumbu kacang, ehm... enaak banget. kacau nih hari keduaaa...

Hari ke 3
Aturan: Kombinasikan makanan hari -1 dan hari -2 dihari ke-3 ini, makanlah sup, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Kenyataan: Hari ini aku makan Sup Pembakar Lemak, salad lagi, dan buah apel. Udah gak tahan sama SPL, akhirnya SPLnya aku blender. Kebayang gimana abisin minuman sayuran itu.. Gurih, bau bawang, tercampur jadi satu dalam blender dan diminum. Untuk ilangin rasa aneh SPL blender itu, sambil minum, aku kunyah buah apel. Malemnya ya begitu lagi. Dan pas nimbang BB lagi, alhamdulillah aku turun 3 kg. Seneng banget. walaupun banyak pelanggarannya.

Hari ke 4
Aturan: Makanlah hanya pisang dan susu rendah kalori (skimmed milk). Makanlah hingga 8 buah pisang dan minumlah skimmed milk sebanyak yang anda inginkan.

Kenyataan: Setelah bangun tidur, aku minum 2 gelas air putih, dan makan 1 pisang. Alhasil, harus lari ke kamar mandi karena setor tabungan pagi hahaha heran, masih aja ada yang dikeluarin, padahal kan isi perut ini dikit banget. Sup Pembakar Lemak baru aku bikin setelah olahraga skipping 60 kali. Untuk hari ini, aku pengen banget capcay. Akhirnya, aku tumis deh SPLnya. Pertama bawang bombay dulu sama cabai (pengganti paprika) terus masukin kembang kol dan kol sama tomat, pake kaldu instan sedikit, terus masaknya gak terlalu lunak supaya masih terasa crispy sayurnya, dan rasanyaaa, enaaaaak banget. gak bakal di blender deh kalo gini.. Aku minum susu U*tra yang low fat dan 5 buah pisang. Gak sanggup sampe 8 pisang, udah terlalu enak makan SPL tumis hari ini hihihi..

Hari ke 5
Aturan: Makanlah daging dengan tomat, anda boleh memakan ikan (daging hingga 0,25 kg) tetapi bisa diganti dengan ayam panggang atau ikan rebus dan tomat segar sebanyak 6 buah sepanjang hari. Minumlah sekurangnya 8 gelas air putih untuk membersikan tubuh dari uric acid. Makanlah sup pembakar lemak sekurangnya 1 kali hari ini.

Kenyataan: Akhirnya bisa makan ikan jugaaaa.. setelah eneg bangets makan SPL akhirnya aku bisa menikmati ikan. Aku makan ikan tuna panggang beserta tomat 3 buah, SPL aku buat tumis, karena udah gak tahan minum jus SPL, udah gitu makannya pake kerupuk lagi, walah parah!

Hari ke 6
Aturan: Makanlah ikan (daging –seperti hari ke-5) dan sayuran. Konsumsi sesuai keinginan. Anda bahkan dapat makan 2 – 3 steak hari ini, tanpa kentang. Pastikan sup pembakar lemak anda konsumsikan hari ini.

Kenyataan: Hari ini ada acara keluarga, dan katanya sih ada ayam bakarnya, ayam bakarnya ciri khas keluarga aku, nama “Ayam Bakar Santan” aku gak lewatin kesempatan ini..
Nah akhirnya aku Cuma makan SPL, lalu disana aku cuma cemilin 2 potong dada ayam bakar plus sambel yang enyaaaak banget. Setelah merasa bersalah dengan makan ayam bakar + sambel syaiton yang pedesnya nampol, aku minum teh hijau + jeruk nipis untuk menghilangkan lemak-lemak dari ayam dan sambelnya.

Hari ke 7
Aturan: Nasi beras merah , juice buah tanpa pemanis dan sayuran menjadi makanan anda hari ini beserta sup pembakar lemak.

Kenyataan: Karena terobsesi ayam bakar kemarin, ibu nyuruh aku bikin ayam bakar kayak kemarin, parah parah parah.. aku gak makan SPL hari ini, karena udah males banget. Pagi cuma makan gado-gado + bumbunya (kacangnya di sangrai), harusnya makan siang pake nasi merah, tapi gara-gara ayam bakar buatan aku dan ayah aku yang yummy banget, dan nasi beras merahnya susah, akhirnya aku cuma makan ayam + sambel + lalapan + nasi putih 3 sendok.

            Banyak banget pelanggaran yang aku jalani selama 7 hari. Banyak makanan “haram” saat diet yang justru aku makan. But, anyway..... timbangan aku turun juga lho! Hari ini nimbang, dan aku berhasil turun 2,5 kg! Berarti dalam 7 hari menjalani diet, aku berhasil nurunin 5,5 kg!!! Yess.... belom keliatan banget sih efek ditubuh aku, tapi seminggu ini aku berhasil menyingkirkan nasi dari menu aku. Dan kayaknya, faktor terjadinya penimbunan lemak, adalah makanan-makanan yang gak aku kontrol kalorinya. Selain itu, kita juga harus bisa mengeluarkan kalori jahat yang tidak dibutuhkan tubuh, caranya dengan olahraga. Dari 1 minggu ini, aku dapat menyimpulkan:

1.    Kita dapat mengkonsumsi makanan favorit kita, asal lakukan olahraga secara teratur sesuai dengan bahan yang masuk ke dalam mulut kita. Misalnya, hari ini makan steak ayam plus bumbunya, berarti kita harus menambah waktu olahraga untuk mencegah terjadinya timbunan lemak yang berlebihan. Ingat, kita tidak menyingkirkan semua lemak, karena bagaimana pun tubuh memerlukan lemak juga. Intinya lakukan olahraga, jangan malas. Karena badan akan lebih fit dari biasanya.
2.     Tidur minimal 8 jam perhari. Usahakan jangan tidur siang, agar tidak ada kata insomnia saat malam hari. Jadi kualitas tidur malam kita bisa lebih baik.
3.  Setelah bangun tidur, sebelum ke kamar mandi, minumlah 2 gelas air putih untuk membersihkan pencernaan.
4.     Lakukan olahraga minimal 30 menit. Selingkan dengan minum susu low fat untuk menambah kalsium.
5.   Sarapan yang baik adalah memasukan protein ke dalam tubuh, agar makan siang tidak berlebihan. Anda bisa memasukan telur putih rebus dan 2 roti gandum untuk sarapan. Siang hari makanlah makanan favorit anda dalam porsi yang lebih kecil, apabila anda masih terasa lapar, minumlah setelah makan, tunggu sampai 10 menit, jika anda masih terasa lapar, makanlah buah apel. Untuk malam hari, singkirkan makanan favorit anda dengan buah atau sayuran. Jangan lupa minum teh hijau + jeruk nipis untuk menghilangkan lemak yang anda makan hari ini.
6.    Jika anda menyukai salad, jangan gunakan mayonnaise atau thousand island ke dalam menu salad, karena di dalam mayonnaise dan thousand island mengandung banyak lemak yang justru dapat menggagalkan diet anda. Anda bisa mengganti dressing salad, dengan bumbu kacang, kacang dapat disangrai untuk menghindari masuknya minyak berlebih ke dalam tubuh.
7.      Hindari gorengan, ganti dengan buah. Gorengan mengandung minyak yang banyak. Minyak tersebut langsung masuk ke dalam tubuh karena masuk ke dalam tahap pencernaan dan disimpan sebagai lemak.
8.   Rahasia wanita jepang tetap pada body yang langsing adalah, karena mereka lebih suka merebus makanan, memanggang, dan makan makanan mentah. Maka, usahakan singkirkan gorengan dari camilan anda.
9.  Kombinasikan makanan anda dengan sayur, protein (ikan, daging, ayam, tahu, tempe), sedikit karbohidrat (kentang atau beras merah)
10. Jangan ragu-ragu memakan makanan favorit kita, asal perhatikan olahraga yang dapat membakar lemak, dan jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan tersebut. Hindari junk food! Makanan junk food memang menggoda, tapi ingat kembali tujuan anda melakukan diet!

Sebenarnya, yang membuat diet dengan Sup Pembakar Lemak berhasil itu, adalah karena menu tersebut sudah terjadwal, kapan kita makan buah, makan sayur, kombinasikan keduanya, lalu kapan makan protein, semua sudah teratur, tanpa menu tersebut, kita bisa berhasil melakukan diet. Asal, kurangi karbohidrat, banyak makan sayur, perbanyak pula olahraga. Terbukti, walaupun aku banyak melanggar, BB aku tetap bisa turun. Bahkan, aku sudah terbiasa makan tanpa nasi putih, dan lebih memilih membuat makanan sendiri ketimbang beli diluar. Bawalah bekal, apabila anda pergi hangout bersama teman-teman. Jangan malu! Teman yang baik akan mendukung usaha anda secara penuh, bukan malah mengejek anda.

Ini adalah pengalaman diet pribadi aku dan konsultasi langsung kepada dokterku, Om sih sebenernya.. walau diet SPL ini berhasil, tapi aku sepertinya tidak meneruskan kembali, karena aku lebih mantap diet karbo dan garam tanpa harus meninggalkan makanan ibu yang enak banget. tapi kalo nanti mulai masuk kedalam menu lembah hitam berlemak itu, kayaknya ya balik lagi. Tapi semoga, aku tetap bisa mengontrol asupan kalori, dan perbanyak istighfar* olahraga maksudnya hehehe. Oke sekian pengalaman aku.. apapun dietnya, sebenernya tujuan sama, ingin langsing dan sehat. salam diet !!!!

Rabu, 06 Agustus 2014

TRY TO BE SLIM !


To be Slim? Ehm.. Sebenernya gue gak mau terlalu pusing dengan mencoba berbagai diet yang memuakkan. Misalnya kalau lagi lebaran, saudara gue selalu bahas badan gue yang makin melebar, dengan mulai bahasa yang nyelekit, sampe sebut-sebut efek penyakit obesit, gue sih cuek aja. Kata temen gue sekaligus my inspirator nutrisi gue, yaitu Sasa, yang berbunyi: “gak usah pusing denger kata orang, daripada lo stres, mending abaikan aja. Gak usah diet, makan dikurangin, rajin olahraga”. Iya sih bener banget, sebenernya sih pengen banget masa bodo! Tapi, ngeliat baju-baju yang lucu tuh ngileeeer abis. Pengen, tapi gak muat. Dan sepertinya, gue emang harus diet. Walaupun gagal dan akhirnya gue mulai bosan dengan iming-iming dari diet.

Jengah berdiet-dietan, mulai dateng suatu teguran. Tegurannya, seperti hidayah dari Tuhan, supaya gue mulai melakukan penyusutan berat badan yang sudah melewati batas. Setelah demam gak turun selama 3 hari, lalu cek ke dokter, mata gue tiba-tiba melotot mendengar tekanan darah gue 150/100 mmHg. Ini termasuk darah tinggi dini untuk seusia gue yang masih 19 tahun. Gak ada jalan lain selain diet ketat rendah kalori dan garam.

Sebelumnya gue pernah googling tentang khasiat Sup Pembakar Lemak, dan setelah konsultasi ke dokter, katanya gak ada masalah. Asal harus diimbangi dengan olahraga yang rajin minimal 30 menit perhari. Akhirnya gue memutuskan untuk diet dengan Sup Pembakar Lemak. Sup Pembakar Lemak ini digunakan oleh salah satu Rumah Sakit di Maryland USA untuk para pasien jantung yang perlu menurunkan berat badan dengan cepat sebelum dioperasi. Diet ini akan memberikan efek penurunan BB +/- 3-6 kg dalam 1 minggu. Bahan-bahannya gak susah sih, tapi liat macam supnya, iyuuuh...


Bahan-bahan Sup Pembakar Lemak (SPL):
1.      6 bh Bawang Bombay
2.      6 bh Tomat Segar
3.      1 bh Paprika Hijau
4.      1 bh Kembang Kol
5.      Air/Kaldu

Cara membuat :
Potong sayuran kecil2, masukkan dalam air kaldu, rebus selama 10 menit atau sampai lunak. Makanlah sup ini tiap anda merasa lapar sejumlah yang anda inginkan dan tiap saat dalam sehari. Sup ini tidak akan menambah kalori dalam tubuh.

 Makanan yang dilarang saat diet SPL ini:
1.      Roti / nasi
2.      Minuman beralkohol
3.      Minuman berkarbonasi (coke,sprite,green sand,air soda, dsb)
4.      Minuman diet (diet coke dll)
5.      Makanan gorengan

Yang boleh dikonsumsi :
1.      Air putih
2.      Kopi hitam tanpa pemanis / gula
3.      Teh tanpa pemanis / gula
4.      Cranberry juice
5.      Susu rendah kalori ( hanya pada hari yg telah ditetapkan )

Catatan :

·         Sup Pembakar Lemak dapat di konsumsi setiap saat merasa lapar, makanlah sebanyak yang diinginkan dan sesering yang dimaui.
·         Sup ini tidak menambah kalori dalam tubuh sama sekali. Semakin banyak sup ini anda konsumsikan semakin besar lemak anda yang terbakar.
·         Anda juga dapat memakan ayam yang direbus atau dipanggang (tanpa kulit) utk mengantikan daging.
·         Keharusan mengkonsumsi obat-obatan selama masa diet tidak akan mengganggu program ini sendiri.
·         Jika anda lebih menyukai ikan di banding daging, anda dapat menuker menu daging dengan ikan.

Hari - 1
Makanlah segala jenis buah kecuali pisang. Semangka memiliki kandungan rendah kalori dibandingkan dengan buah2an yang lainnya. Makanlah hanya sup pembakar lemak dan buah2an sepanjang hari – 1 ini. Untuk minuman boleh konsumsi teh tanpa gula, cranberry juice dan air putih.

Hari - 2
Makanlah segala jenis sayuran, baik mentah ataupun direbus sesuai selera. Upayakan makan sayuran hijau dan hindari sayuran berbiji seperti kacang panjang,buncis maupun jagung. Makanlah sayuran tersebut bersama sup pembakar lemak diatas. Pada saat makan malam, sebagai penghargaan terhadap komitmen anda sendiri, manjakan diri anda dengan kentang rebus. Makanlah sup pembakar lemak dan jangan makan buah sama sekali di hari – 2 ini.

Hari - 3
Kombinasikan makanan hari -1 dan hari -2 dihari ke-3 ini, makanlah sup, buah-buahan, dan sayur2an.

* Jika anda mengikuti program hari ke-1 sampai dengan hari ke-3 tanpa melanggar sedikitpun, pada hari ke-4, anda semestinya telah kehilangan +/-3 kg.

Hari - 4
Makanlah hanya pisang dan susu rendah kalori (skimmed milk). Makanlah hingga 8 buah pisang dan minumlah skimmed milk sebanyak yang anda inginkan. Kedua jenis makanan dan minuman tersebut mengandung karbohidrat dan kalori yang anda butuhkan dan menggantikan kebutuhan anda akan rasa manis setelah 3 hari pertama program. Sup pembakar lemak tetap anda kosumsi sepanjang hari-4 ini.

Hari -5
Makanlah daging dengan tomat, anda boleh memakan ikan (daging hingga 0,25 kg) tetapi bisa diganti dengan ayam panggang atau ikan rebus dan tomat segar sebanyak 6 buah sepanjang hari. Minumlah sekurangnya 8 gelas air putih untuk membersikan tubuh dari uric acid. Makanlah sup pembakar lemak sekurangnya 1 kali hari ini.

Hari -6
Makanlah ikan (daging –seperti hari ke-5) dan sayuran. Konsumsi sesuai keinginan. Anda bahkan dapat makan 2 – 3 steak hari ini, tanpa kentang. Pastikan sup pembakar lemak anda konsumsikan hari ini.

Hari -7
Nasi beras merah , juice buah tanpa pemanis dan sayuran menjadi makanan anda hari ini beserta sup pembakar lemak.

Pada hari ke-7 semestinya anda telah kehilangan +/- 6 kg. Jika prestasi anda telah tercapai hentikan program untuk jangka waktu 1-2minggu dan kembalilah menjalani program hingga berat badan ideal anda tercapai.

            Semua itu dijalani dalam 7 hari full. Tidak boleh melanggar. Kira-kira gue bisa gak yah? Oke. Gue akan mulai coba. Dan semoga bisa turun sesuai harapan, dan gak ngelanggar. Let see!!!  

Sumber:



Rabu, 09 Juli 2014

KEBIJAKAN PEMERINTAH ERA SBY


   Di penghujung tahun 2014 ini, tepatnya bulan Oktober, pemerintahan era SBY akan tergeser seiring pemilihan Presiden baru periode 2014-2019. Sepuluh tahun sudah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin negara Republik Indonesia. Kepemimpinannya dinilai pro dan kontra terhadap kebijakan-kebijakan yang beliau buat selama memimpin negeri ini. Beberapa kebijakan yang dibuat menimbulkan komentar pedas dari rakyat. BBM contohnya, kebijakan yang dibuat mendesak SBY harus kembali menaikan BBM dan mengurangi subsidi.

Pada periode yang akan datang, agar kebijakan tersebut tidak membebani pemerintahan baru, Susilo Bambang Yudhoyono diminta berani menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi di akhir masa kepemimpinannya.

Ekonom Bank Standard Chartered Fauzi Ichsan menilai jika SBY tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, pemerintahan baru hanya kedapatan beban warisan SBY. "Kalau (menaikkan harga BBM) dilakukan SBY, pemerintah berikutnya tidak akan merasa terbebani," kata Fauzi diJakarta, Selasa (25/3/2014).

Lebih lanjut Fauzi menuturkan, kenaikan harga BBM bersubsidi perlu dilakukan mengingat asumsi makro ekonomi diprediksi meleset. Kenaikan harga BBM bersubsidi akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di ambang batas yang diperbolehkan Undang-undang, yakni 3 persen, akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

"Dengan melemahnya rupiah, subsidi BBM meledak. Asumsi masih (meleset) jauh. Untuk mematikan defisit APBN tidak lebih tiga persen, subsidi BBM harus dipangkas," ungkapnya.
Dalam APBN 2014, asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 10.500 per dollar AS. Sementara itu, supiah hingga pekan keempat Maret 2014 masih fluktiatif. Kini, kurs berada di kisaran Rp 11.357 per dollar AS.

PROGRAM SUBSIDI UNTUK MASYARAKAT ERA SBY
1.      Nama Program                  : Kebijakan pemerintah dalam kenaikan harga BBM.
2.      Konsep                              :
a.       Tujuan                        :
- Meningkatkan perekonomian Indonesia
Pembangunan nasional akan lebih pesat karena dana APBN yang awalnya digunakan untuk memberikan subsidi BBM, jika harga BBM naik, maka subsidi dicabut dan dialihkan untuk digunakan dalam pembangunan di berbagai wilayah hingga ke seluruh daerah.
- Penekanan terhadap APBN
Jika harga BBM mengalami kenaikan, maka jumlah subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah akan berkurang. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dapat di minimalisasi.
- Merangsang kreatifitas terhadap bahan bakar alternatif
Seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia, muncul berbagai macam bahan bakar alternatif baru yang sudah dikenal oleh masyarakat luas adalah BBG (Bahan Bakar Gas). Harga lebih murah dibandingkan dengan harga BBM bersubsidi. Ada juga bahan bakar yang terbuat dari kelapa sawit. Tentunya bukan hal sulit untuk menciptakan bahan bakar alternatif mengingat Indonesia adalah Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam. Selain itu, akan muncul juga berbagai kendaraan pengganti yang tidak menggunakan BBM, misalnya mobil listrik, mobil yang berbahan bakar gas, dan kendaraan lainnya.

b.      Teknis Operasional     :
Berkaitan dengan adanya kebijakan kenaikan BBM, masyarakat dituntut untuk berpikir realistis dalam mengahadapi situasi tersebut. Karena dihapusnya, subsidi dari APBN, dapat meningkatkan produktivitas kinerja pemerintah dalam kebijakan-kebijakan yang lain.

3.      Hasil dari Program            :
Kebijakan penyesuaian harga BBM jenis tertentu dilakukan pemerintah semata-mata untuk menyelamatkan perekonomian bukan politik. Subsidi BBM yang hampir mencapai Rp 300 triliun sangat memberatkan anggaran pemerintah dan akan lebih baik jika dipergunakan untuk kegiatan lain yang lebih menguntungkan rakyat.
”Setelah Pemerintah dan DPR RI menetapkan RAPBN-P 2013 menjadi APBN-P 2013. APBN-P ini amatlah penting bagi kita tidak saja untuk menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal kita, APBN kita, tapi juga perekonomian kita secara keseluruhan, sebagaimana kita pahami krisis ekonomi global telah kita rasakan dampaknya pada perekonomomian kita, misalnya menurunnya harga-harga komoditi dunia berakibat pada menurunnya penerimaaan negara,” ujar Menteri Kordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengawali sambutan dalam keterangan pers, Jumat (21/6/2013) malam.
Sementara itu Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik menegaskan, bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM bukanlah menghilangkan subsidi. ”Sekarang subsidi tidak dihilangkan tapi dikurangi subsdinya, negara berkewajiban memberikan subsidi kepda rakyat, sekarang subsidinya dikurangi bukan dihapus. misalnya harga produksi premium misalnya 9500 per liter dijual kemarin dengan harga 4500 itu berarti disubsidi 5000 per liter. nah sekarang dengan harga 6500 masih ada subsidinya 3000 per liter, jadi masih ada susbsidi tapi berkurang subsidinya jadi biar jelas di rakyat bahwa yang sekarang punya mobil dua, mobil satu, beli dengan 6500 jangan merasa wah sudah tidak ada, masih dapat subsidi cuma subsidi 3000 sekarang, dikurangi subsidinya,” tutur Wacik.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyampaikan program kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat mempertahankan tingkat kesejahteraannya. Seperti dilansir dari laman Setkab, Sabtu (22/6/2013), berikut program kompensasi dimaksud:
1)      Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), yaitu bantuan tunai sebesar Rp150.000 selama empat bulan untuk sekitar 15,5 juta Rumah Tangga miskin dan rentan yang akan dibayarkan sebanyak dua kali, atau Rp300.000 per pembayaran.
2)      Tambahan alokasi beras dari program Beras untuk Masyarakat Miskin (Raskin) sebanyak 15 kg per rumah tangga selama 3 bulan, yaitu Juni, Juli, dan September 2013.  Sehingga untuk bulan-bulan tersebut alokasi beras per rumah tangga menjadi 30 kg.
3)      Tambahan nilai bantuan dan jumlah cakupan siswa penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) sehingga dari cakupan sebelumnya sebesar 8,7 juta anak usia sekolah menjadi 16,6 juta anak usia sekolah.
4)      Tambahan nilai bantuan untuk 2,4 juta rumah tangga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dari rata-rata sebesar Rp 1,4 Juta per tahun menjadi Rp 1,8 Juta per tahun.
5)      Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur (P4I) terdiri dari:
a.  Program Infrastruktur Permukiman yang mencakup 13.000 desa dan 1.200 kelurahan.
b. Program Sistem Penyediaan Air Minumyang mencakup 159 kawasan di 28 provinsi, 341 kawasan perkotaan di 31 provinsi, dan 260 desa rawan air di 29 provinsi.
c.  Program Infrastruktur Sumberdaya Air di 27 provinsi rawan air.

Untuk dapat mengakses Program BLSM, RASKIN, dan BSM, Pemerintah telah menerbitkan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dibagikan secara langsung kepada 15,5 juta rumah tangga miskin dan rentan secara bertahap.

4.      Saran                     :
Menurut penulis, ada beberapa pertimbangan yang terjadi dari dampak kenaikan BBM. Dari hasil penghilangan biaya subsidi BBM, pemerintah mendapat uang lebih besar  untuk membiayai berbagai program yang seharusnya langsung berdampak pada rakyat miskin, termasuk membiayai pembangunan infrastruktur. Tapi kenyataannya, dampak tersebut tidak dirakaan oleh rakyat miskin dan pembangunan infrakstruktur untuk menunjang investasi pun tak kunjung terrealisasi malah hampir dikatakan tidak ada pembagunan infrakstruktur dan sekarang malah menuju kepada deindustrilisasi .
Manajemen Pertamina Harus Dirombak FSP BUMN Bersatu menilai, krisis energi di Indonesia sebenarnya tidak lepas dari ketidakmampuan manjemen Pertamina untuk dapat mencari sumber minyak baru di Indonesia serta menjalankan efisensi di Pertamina. Akibatnya, Indonesia menjadi negara net importer BBM. Selain itu, audit keuangan untuk pengunaan dana APBN untuk subsidi BBM yang dilakukan oleh Pertamina dan Kementerian ESDM juga tidak jelas dan diduga banyak sekali peyelewengan dalam pengunaan dana susbsidi BBM.
Jadi, tegasnya, pemerintah seharusnya melakukan perombakan di manajemen Pertamina dengan manajemen yang lebih mampu untuk melakukan efesiensi di Pertamina, dan Menteri ESDM  terutama dalam dana untuk subsidi  BBM dan mampu mencari sumber-sumber minyak baru.

Sumber:

Kamis, 26 Juni 2014

CERPEN - You Knock Me Out


             Kewajiban! Satu kata yang sudah akrab di telinga kita. Kewajiban adalah sesuatu hal yang harus kita lakukan tanpa kecuali. Kewajiban menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak kita sukai, bahkan enggan untuk dijalani. Sebenarnya, penting gak sih menjalani kewajiban itu?

 Jawabannya, PENTING. Satu hal, yang harus kita ketahui, kewajiban adalah suatu bentuk implementasi dari hak. Kewajiban adalah sesuatu yang dilakukan dengan tanggung jawab. Ingat, Tanggung Jawab!
***
Sore hari, kuputuskan bersepeda sore disekitaran Taman dekat rumahku. Dengan kaos warna oranye dan celana pendek yang kukenakan, ku bersepeda dengan santainya. Ku amati orang-orang yang datang mengunjungi taman tersebut. Tiba-tiba ada suara keras yang membuatku menoleh ke belakang dan memberhentikan sejenak sepedaku.

“Ma.. maaf, Bu. Maaf saya sungguh tidak melihat.. maaf, Bu.” Ujar Bapak tua yang sedang membawa gerobak menabrak dagangan Ibu penjual bakso keliling. Beberapa mangkuknya pun pecah dan berantakan. Seketika orang-orang didekat lokasi tersebut menghampiri.

 “Iya, Pak. Gak apa-apa.” Ujar Ibu penjual bakso sambil merapikan mangkuk.

“Ada apa, Bu?” Tanya seseorang.

“Nggak, nggak ada apa-apa, Pak. Ini agak sedikit berantakan.” Jelas Ibu tersebut dengan senyuman.

Aku pun menghampiri dan membantu memungut pecahan mangkuk.

“Wah, ganti rugi tuh, Pak.” Ujar warga yang datang.

“Ibu, saya mohon maaf. Tapi sungguh, saya tidak mempunyai uang untuk mengganti mangkuk-mangkuk Ibu.”

“Terus gimana tuh, Pak? Kasian kan Ibu ini. Bakso belum laku semua udah mecahin mangkuk.”

“Hati-hati makanya, Pak..”

“Tau.. gak liat apa, ada meja disini?”

“Wes, wes.. sudah, Pak. Tidak perlu diperpanjang. Saya sudah ikhlas, kok.” Ujar Ibu penjual bakso.

“Ikhlas bagaimana, Bu? Ini pecah semua.”

“Masih ada mangkuk lain kok, Pak. Di ember, yang belum dicuci. Terima kasih ya, Pak, Bu, sudah membantu saya merapikan ini.”

Seiring waktu, kerumunan orang-orang satu persatu pergi meninggalkan penjual bakso. Aku masih membantunya merapikan seperti semula.

“Maafkan saya ya, Bu.. Saya benar-benar tidak sengaja. Kepala saya pusing sekali.” Ujar Pak Tua.

“Bapak sudah makan?” Tanya Ibu Penjual Bakso.

“Belum, Bu. Uang saya habis dirampok sama preman didepan gang sana. Saya sedih sekali.”

“Duduklah, Pak. Saya akan membuatkan bakso untuk Bapak.”

“Te..Terima Kasih, Bu..”

Melihat sikap Ibu penjual bakso membuatku bergidik. Masih ada orang sebaiknya. Sudah ditimpa kemalangan, masih mau memberi makan bapak tua yang sudah memecahkan mangkuk di meja jualan. Aku pun segera menghampiri penjual bakso dan memesannya.

“Bu, baksonya satu ya. Pake Bihun aja.”

“Iya, neng.”

Aku segera duduk disamping Bapak Tua tadi. Melihat wajahnya yang pucat, aku sungguh iba.

“Bu. Kalau boleh, baksonya dibungkus saja ya. Saya teringat cucu saya seorang diri dirumah. saya khawatir dia belum makan.” Ujar Bapak Tua.

Aku tidak berani bertanya kepada Bapak Tua itu, wajahnya penuh penyesalan telah menghancurkan dagangan orang lain. Begitu sedihnya ia, sampai air matanya jatuh di pipi keriputnya.

“Pak, ini ada dua bungkus, yang satu untuk Bapak, dan satu untuk cucu Bapak.” Ujar Penjual Bakso sambil memberikan bungkusan Bakso.

“Subhanallah. Terima kasih, Ibu. Terima kasih.. Saya janji, saya akan menggantikan mangkuk bakso ibu, kalau saya punya uang.”

“Iya, Pak. Sama-sama. Masalah mangkuk, sudah, tidak apa-apa. Saya ikhlas.”

“Sekali lagi saya minta maaf ya, Bu. Permisi.” Ujarnya sambil pamit dengan wajah yang gembira.
Sungguh mulia Ibu ini, begitu sabar dan ikhlas. Tersadar dari lamunanku, Ibu penjual bakso pun datang menghampiriku membawa serta bakso pesananku.

“Makasih, Bu..”

“Iya Neng, Ibu juga berterima kasih ya, kamu udah mau bantuin Ibu beresin mangkuk.”

“Sama-sama, Bu. Bu, kok Ibu gak marah atau gak nuntut Bapak tadi untuk ganti rugi?”

Ibu itu pun tersenyum.

“Ibu percaya Allah punya rencana lain dibalik musibah yang Ibu alami. Anggap saja tadi teguran dari Allah, agar Ibu hati-hati.”

Seseorang laki-laki seusiaku datang menghampiri gerobak bakso.

“Bu, baksonya 30 bungkus ya. Ada kan?” Tanyanya.

Ibu tersenyum begitu lebar, ia bahagia sekali mendengar laki-laki itu datang membawa rezeki untuknya.

“Ada, Mas.. sebentar ya..” Ibu Penjual Bakso pun segera meracik bakso sesuai pesanan.

Aku tersenyum bangga pada Ibu penjual bakso ini. Begitu mulia hatinya, tutur katanya yang lembut membuat aku nyaman berbincang padanya. Hari ini aku mendapat ilmu, bahwa dibalik datangnya musibah, pasti Allah menggantikannya yang lebih baik.
***

“Suara lo tuh bagus banget, Sha. Gue suka merinding denger suara lo. Bener kata Mas Bena, Agnes Monica aja kalah sama lo. ” Puji Farhan, temanku di kelompok Paduan Suara.

“Suara lo juga bagus juga, kok” Balasku tersenyum.

Aku begitu senang mendengar pujian darinya. Sosok laki-laki yang sepertinya mulai kukagumi. Dari awal aku di audisi, dialah orang pertama yang menyapaku. Beberapa kali kata-katanya membuatku melayang bagai diatas awan. Entah, apa dia mempunyai perasaan yang sama.
***

Suatu malam, sambil mengerjakan makalah, kubuka twitter dan mengecek mention di laptopku. Banyak mention kiriman dari Farhan, yang mendukung dan menyemangatiku. Sampai akhirnya aku membuka profile dan begitu senangnya aku melihat inisial namaku disebutnya.

“Mulai jatuh cinta sama “S” ini”

S? Sasha? Aku? Apa benar Farhan menyukaiku? Ah, rasanya perasaan ini semakin menjadi-jadi.
***
Konser perdana Paduan Suaraku dimulai. Farhan begitu antusias membantuku merapikan dandanan. Dress putih dan hitam yang kukenakan begitu sepadan dengan kemeja yang dikenakan Farhan, aku terlihat cantik sore ini.

Perasaanku semakin menjadi-jadi tatkala Farhan terus berada disampingku.

“Sekarang, giliran Kelompok 3..” Ujar MC acara penyambutan anggota baru paduan suara kampusku. Kelompokku pun maju, dan tampil dengan penuh rasa percaya diri.

Konser berjalan dengan sangat lancar. Kelompokku berhasil membawakan lagu Cinta dari Chrisye dan Ekspresi dari Titi DJ dengan konsep yang sangat berbeda dari kelompok lain. Kelompokku menang juara pertama sebagai Penampilan dan Pemilihan Lagu Terbaik.

Acara ditutup dengan sesi foto-foto. Semua momen diabadikan. Aku bahagia sekali, aku berjanji akan latihan sungguh-sungguh seperti kakak-kakak senior yang berhasil menjadi Anggota Paduan Suara terbaik.

Tapi, kemana Farhan? Tak kulihat dia disekitarku? Ku arahkan pandanganku ke segala arah. Ternyata Farhan tengah berfoto dengan teman-teman cowoknya. Aku pun menghampirinya.

“Han, foto sama Kak Tisha yuk?” Ajakku.

“Duluan aja Sha, gue mau foto sama Sherly dulu.” Ujarnya sambil berlalu meninggalkanku.

“Sherly?” Aku menghela nafas.

“Sasha.. Ayo sini foto.” Panggil Dina. Aku pun menghampirinya.

Selesai acara foto, aku mengajak Hesty untuk segera pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sebenarnya, bukan hanya karena sudah malam, tapi karena aku sudah jengah diabaikan oleh Farhan, dan lebih memilih bersama Sherly.

Tanpa pamit pada Farhan seperti biasanya, aku pergi meninggalkannya yang sepertinya masih sibuk dengan urusannya. Aku pulang menuju parkiran mengambil motor bersama Hesty.
***

Saat kuliah pun, aku masih terpikir mengapa aku diacuhkan seperti tadi malam. Sherly dan Farhan sama-sama berada di Jurusan Psikologi. Sedangkan aku di Akuntansi. Jelas, mereka mungkin lebih sering bertemu.

“Sasha, gimana konsernya? Bagus gak?” Tanya Andri teman sekelasku.

Aku hanya mengangguk.

“Syukurlah. Eh, kemarin udah gue tanda tanganin tuh absen lo. untung dosen gak absen balik.”

“Makasih ya, Ndri.”

Yang kutahu, Andri mempunyai perasaan yang khusus padaku, kelakuannya yang baik dan sangat perhatian, membuat teman-teman dikelasku yakin kalau Andri menyukaiku. Aku menghargainya, tetapi aku lebih menghargai temanku Friska yang lebih dulu mengagguminya.

“Nanti lo latihan padus lagi?”

“Iyalah, kemarin kan awal. Sekarang bener-bener latihan asli.”

“Awas jangan sampe malah jatuh nilai-nilai kuliahnya, padus kan cuma buat mengisi waktu senggang aja.” Jelasnya.

“Iya, Ndri...”
***

“Sasha.” Panggil Mas Bena pelatih vokal padaku.

“Iya?”

“Kapan jadwal private vokal kamu?”

“Katanya Kak Tisha sih, aku kebagian hari senin jam 2.”

“Oh udah kebagian? Yaudah, senin besok, kamu latihan vokalnya sama saya ya.”

“Hah? Iya.. Iya Mas Bena.” Ujarku senang.

Sungguh aku sangat beruntung dapat dilatih langsung oleh pelatih vokalnya. Kebanyakan teman-temanku dilatih vokal oleh kakak-kakak senior yang lebih paham. Wah, bersyukur sekali aku mendapat kesempatan ini.

Saat pulang latihan, Farhan yang ditunjuk sebagai ketua kelompok 3, mengabsen nama-nama teman yang hadir latihan hari ini. Beberapa teman berebut minta dicatat kehadirannya oleh Farhan. Aku pun melakukannya. Kuteriakan namaku di telinganya, tetapi saat dia menuliskan huruf S, kupikir akan menuliskan namaku. Ternyata Sherly. Aku tercengang. Padahal Sherly berada jauh darinya, sedangkan aku berada tepat di sisi kirinya. Aku mundur beberapa langkah menjauhinya. Sampai akhirnya Farhan menyadari bahwa namaku lah yang belum ditulisnya. Akhirnya, namaku menjadi nama terakhir di absen tersebut. Sepele memang, tapi perasaan jatuh cinta ini membuat aku sedikit sakit hati diacuhkan oleh orang yang pernah kukagumi.
***

Sampai dirumah, Ayahku telah menungguku pulang. Dan memanggilku untuk duduk mengobrol dengannya.

“Katanya kemarin konser, kok masih latihan?” Tanya Ayahku.

“Iya Yah, kan latihan terus. Sekarang latihannya dijarakin, kalau kemarin dua minggu full karena pendidikan dasar anggota baru, kalau sekarang satu minggu tiga kali latihan.” Jelasku.

“Mending kamu udahan deh, Sha. Ayah gak mau kamu jadi lupa sama kuliah kamu. Ayah kan kuliahin kamu bukan untuk ikut kelompok paduan suara, tapi untuk pendidikan sama masa depan kamu.”

Aku begitu sedih mendengar pernyataan Ayah yang tiba-tiba membuatku meneteskan air mata. Menyanyi adalah hobbiku, sebagian dari hidupku adalah menyanyi. Lolos dari Audisi Paduan Suara adalah suatu kebanggan terbesar yang sangat berarti untukku.

“Kalau kamu memang mau nyanyi, kamu bisa berkarir sendiri, bukan berkelompok seperti itu. Ayah pernah ikut nyanyi berkelompok, lalu main Band. Dan seandainya Ayah ikut rekaman waktu itu, mungkin Ayah akan menjadi orang yang terkenal sekarang, tapi Ayah sadar, main Band bukan jaminan yang baik di masa depan. Akan ada masanya kita tergeser oleh  artis-artis baru yang lebih baik. Makanya Ayah memutuskan untuk keluar dari Band dan fokus pada sekolah. Dan Ayah mau, kamu jadi orang yang sukses, Sha.”

Aku benar-benar sedih mendengarnya. Tapi memang benar, selama aku mengikuti latihan dua minggu full kemarin, aku banyak meninggalkan kuliahku. Tugas pun menjadi terlantar. Aku sadari itu. Tapi, bagaimana dengan janjiku akan latihan dengan baik? Bagaimana dengan latihan private vocal bersama Mas Bena?

Aku mungkin tidak dapat menjalani keduanya dengan baik. Dan lagi, disatu sisi, tidak ada yang dapat kupertahankan untuk tetap berada di kelompok paduan suara. Ayah sudah tidak memberiku izin, kuliahku terlantar, dan lagi... Farhan, juga tidak bisa membuatku bertahan di UKM tersebut. Aku mundur. Aku siap meninggalkan ilmu yang baru saja ingin kuraih, berdiri diatas panggung besar dan disaksikan jutaan pasang mata seperti kata seniorku yang telah berhasil membawa pulang penghargaan Juara 1 Lomba Paduan Suara di Grand Prix-Pattaya Thailand, tahun lalu.
***

Kini aku fokus menjalani kuliahku. Hubungan pertemanan yang kurang baik dikelas karena aku sering meninggalkan kelas, kini mulai ku bina. Belum telat rasanya membuat semuanya menjadi baik. Dan belum telat rasanya membuat Andri menyukaiku kembali. Walau tak yakin, karena akhir-akhir ini Andri jarang menghubungiku, aku yakin aku bisa bersamanya.

Saat kumpul bersama teman satu genk-ku yang diberi nama “RUMPI” Yusi, menyarankan sahabat-sahabatnya untuk menutup aurat seperti dirinya. Menutup aurat adalah kewajiban yang telah diperintah Allah SWT dalam Al-Quran.

Kusadari diriku belum menutup aurat. Aku niat akan mengenakan jilbab saat aku dipersunting nanti. Saat seorang pria datang menemui orangtuaku dan membawaku dalam suatu ikatan pernikahan, maka saat itulah, aku akan menutup aurat untuk menandakan tanda bakti padanya.

Alasan ini bukan tanpa sebab. Karena aku begitu bingung dengan kehidupanku yang tak jauh dari perempuan berhijab. Saat TK, SD, SMP, SMK semua teman-temanku menutup kepalanya dengan jilbab. Apakah aku harus dikelilingi dengan wanita hijab? Apa aku tidak bisa memiliki teman yang biasa saja, tak perlu berhijab seperti kebanyakan orang?

Bukan aku membencinya, tetapi aku merasa belum pantas dan siap untuk mengenakan jilbab. Aku bersekolah di SD Negeri, dan setiap hari jumat wajib mengenakan jilbab, tapi aku malah enggan menggunakannya. Ketika SMP, orangtuaku memilihkan Madrasah Tsanawiyah agar aku lebih dalam mengenal agama islam. Karena alasan terpaksa, akhirnya aku mengenakan jilbab untuk setiap harinya. Namun dirumah pun, aku masih berkeliaran keluaran rumah tanpa mengenakan jilbab untuk menutup auratku. Menginjak SMK, aku berniat tak menggunakan jilbab, sampai akhirnya wali kelasku menyuruhku untuk melanjutkan jilbabku, karena aku adalah alumni Madrasah Tsanawiyah dan alasan kewajiban. Karena alasan terpaksa juga, aku menggunakan jilbab ke sekolah. Kini saat kuliah, tak ada bisa melarangku untuk tidak menggunakan jilbab. Tak mungkin dosenku melakukan hal yang sama seperti wali kelasku, apalagi kampusku bebas. Sekali lagi ketegasanku adalah, AKU BELUM BISA DAN BELUM SIAP!

Di genk rumpi, genk-ku berjumlah 10 orang. Semuanya mengenakan jilbab, terkecuali Aku, Diana, dan Nia serta mereka yang beragama kristen. Dalam kegiatan beribadah, aku selalu mengikuti mereka yang menjalankan sholat wajib 5 waktu. Bukan karena alasan ikut-ikutan. Tapi aku memang menyadari bahwa sholat adalah suatu kewajiban umat beragama islam untuk mendapatkan ridha Allah SWT, dan merupakan hal yang pertama kali dihisab saat aku menemui sang Khaliq.

Teman-temanku menyadari, bahwa sesungguhnya dalam hal beribadah, aku cukup paham dan mengerti. Namun, mengapa aku tidak mengenakan jilbab, kalau tahu bahwa jilbab adalah suatu perintah Allah?
***

Suatu hari, aku dikejutkan dengan salah seorang temanku yang menggunakan hijab ke kampus. Merupakan suatu hal yang indah menurutku. Karena ia lebih cantik mengenakan hijab itu. Seraya, teman sekelas pun memuji atas perubahannya hari ini.

“Subhanallah, Ninda. Kamu cantik pake jilbab itu.” Ujar Yusi.

“Iya cantik banget...” Kataku.

“Iya, ssst.. jangan digituin ah, malu..” Ujar Ninda.

“Berhijab gak perlu malu. Bagus kok.. Sasha, Diana sama Nia kapan nyusul Ninda?” Celetuk Yusi.

“InsyaAllah, Yus..” Ujarku dan Diana.
***

Dalam lamunanku saat malam hari, aku terpikir tentang hari ini. “Mengapa Ninda mau mengenakan hijab? Semakin didesak deh sama Yusi untuk berhijab. Ah, pokoknya aku nanti ajalah.” Ujarku dalam hati.

***

Keesokkan hari, saat datang ke kampus, aku terkejut melihat Riani ketua kelasku datang mengenakan hijab. Begitu cantiknya ia dengan hijab model sekarang. Yusi semakin melirik tajam ke arahku, sambil berkata:

“Kapan nyusul?”

Aku hanya tersenyum kuda menjawab pertanyaannya. Lagi-lagi, hatiku belum terketuk untuk mengatakan YA, aku mau berhijab. Astagfirullah!
***

Kehidupan kampusku berjalan normal seperti biasa, belum ada tanda-tanda temanku lagi menutup auratnya. Sampai suatu hari, tepat dua hari Riani mengenakan jilbab, aku terkejut dengan kedatang Riani tanpa jilbab.

“Riani, jilbabnya kemana? Kok gak dipake?” Tanyaku.

“Iya nih, tadi buru-buru gak sempet pake jilbab.” Jelasnya.

“Haha parah Riani, ah berarti kalo besok gue buru-buru, gak usah berhijab gitu?” Celetuk Rika.

“Sst.. Rika..”

“Iya iya, maaf ya.. lupa..” Ujar Riani malu.

Jilbab seperti mainan baginya. Aku sungguh kesal melihatnya. Mengapa berani menutup lalu membuka kembali jilbab yang dikenakannya? Walau aku belum berhijab, ada satu kekesalan dalam hatiku pada bentuk penghinaan agama islam.

“Kalau belum siap, jangan kayak gorden buka tutup, kan malu sama yang non islam, kesannya mempermainkan agama islam.” Kataku dalam hati.
***

Aku masih belum menemukan makna jilbab dibalik ini semua. Aku sangat berpegang teguh pada agamaku, aku rajin mengerjakan ibadah wajib dan sunah. Namun, hati ini belum sama sekali tergerak untuk menutup auratku.

Andri. Orang yang pernah dekat denganku, ternyata memilih mundur dan mendekati seorang perempuan teman kelasku, Jihan. Jihan begitu cantik nan anggun, dengan jilbab menghiasi kepalanya. Rupanya Andri menganggumi Jihan, saat ia tak berkomunikasi lagi denganku. Aku tak kecewa, karena mungkin aku memang belum merasakan adanya getaran cinta untuk Andri. Aku tersenyum melihat dekat dengan Jihan. Apapun yang terbaik untuknya, aku turut mendoakannya.

***

Bak mati satu tumbuh seribu. Seseorang mengejutkanku dengan tingkahnya yang tak biasa denganku. Dia teman satu kelompokku, namun beberapa hari ini adalah hal yang tak wajar karena ia mendekatiku terlalu berani. Ia secara terang-terang mendekatiku, sampai teman-temanku berpikir, dia menyukaiku. Namanya Muhammad Faras. Baru kusadari wajah dan sifatnya sangat mirip dengan sahabat SMP-ku bernama Rizwan. Terkadang aku merindukan sosok Rizwan ada padanya. Kekonyolannya, keseriusannya, dan kepandaiannya dalam memecahkan soal matematika, membuatku selalu menyamai Faras dengan Rizwan. Apa kabarnya sahabatku itu? Lama tak memberi kabar padaku setelah kami Ujian Nasional SMA.

Perasaanku semakin berkecamuk ketika semua sifat Faras mirip dengan Rizwan. Aku tak dapat berkata apapun. Masalah di waktu dulu antara aku dengan Rizwan masih membekas sampai sekarang, dan terbawa hingga Faras mendekatiku. Apa yang harus aku lakukan? Menjauhi Faras agar aku tak mengingat Rizwan? Tapi, itu terlalu kekanak-kanakan. Lalu, bagaimana dengan aku? Melihat Faras saja aku tak sanggup. Bagai pinang dibelah dua, mereka sungguh membuat aku kembali ke masa dimana aku mencintai sahabatku sendiri.
***

“Faras, seneng banget sih lo ngeledekin Sasha? Ntar jatuh cinta lho!” Celetuk Helda.

“Emang kenapa?” Tanyanya.

“PHP lo.” Sahut Helda.

Itu lah jawaban Faras saat ditanya oleh teman-temannya tentang perlakuannya padaku. Ia sering membuatku tersipu, dan kadang memukulnya karena lawakannya yang terlalu berlebihan. Tak menampik, bahwa kedekatanku selama beberapa bulan ini membuatku agak sedikit jatuh hati padanya. Hal tersebut tak elak dari perasaanku dengan Rizwan di masa lalu. Aku sungguh egois, karena yang kulihat pada sosok Faras adalah Rizwan. Aku sungguh-sungguh merindukan hadirnya sahabatku disini.

Tidak ada maksud untuk mencintai sahabatku sendiri, aku sangat memegang komitmen yang kami buat saat memutuskan untuk bersahabat. Tapi kata “CINTA” yang Rizwan ucapkan padaku sebelum aku jatuh hati padanya membuat persahabatan kami mulai meretak. Dan akhirnya, aku pun ikut terhanyut dalam perasaan yang terlarang itu.

***
         “Faras itu sukanya sama Clara, bukan sama Sasha tau!” Ujar temanku saat aku masuk ke kelas. Mereka panik melihat kedatanganku, dan berusaha mengalihkan obrolan ke topik yang lain.

Aku menghampiri mereka.

“Emang kenapa kalau Faras suka sama Clara? Clara cantik kok..”

“Bukannya lo suka sama Faras?” Ujar Gina.

“Nggak. Kata siapa?”

“Oh.. Syukurlah. Karena orang yang baru kita omongin tuh baru dateng..” Tiara menunjuk Faras dan Clara yang baru memasuki pintu kelas.

“CIEEEEEEE...” Ucap teman-teman melihat kedatangan mereka. Tak ingin dibilang cemburu, aku turut mengatakan hal itu pada mereka.

Sesungguhnya CIE adalah suatu bentuk rasa cemburu yang tersembunyi. Ciyus Ini Envy! Yaaah, begitulah kira-kira.

Aku turut tersenyum melihat Clara begitu bahagia. Terlebih Clara adalah teman baikku.

***

Aku mulai membandingkan kelebihan diriku dengan orang-orang yang pernah merebut laki-laki yang aku kagumi. Apa kurangnya aku? Mengapa banyak orang begitu bahagia akan cinta yang baru ia dapatkan, sementara aku sangat tersiksa atas hubungan mereka? Mengapa wanita lain mudah sekali mendapatkan seorang kekasih yang dia inginkan dengan mudah? Sedangkan aku, mengapa susah untuk dekat dengan seseorang yang aku kagumi walau hanya sekedar berbalas? Farhan dengan Sherly, Andri dengan Jihan dan Faras dengan Clara, apa maksudnya?

Aku menyadari, dari ke semua perempuan yang kusebutkan tadi, semuanya adalah wanita berhijab. Perempuan yang menutup auratnya dari atas sampai kebawah. Disamping mereka cantik, mereka mempunyai nilai plus dalam akidahnya. Berbeda denganku yang masih enggan mengenakan jilbab untuk menutup aurat.
***

Sebuah acara gosip pagi hari mampu membuatku berdecak kagum menyaksikan acara tersebut. Dimana, seorang wanita muslimah akhirnya dipersunting oleh laki-laki soleh yang rupawan. Dia, Oki Setiana Dewi. Wanita yang menjadi contoh paling baik untuk seluruh wanita Indonesia. Tutur katanya yang santun, cantik dan solehah ini juga mampu membuatku kagum padanya. Oki Setyana Dewi melangsungkan pernikahannya dengan cara yang berbeda dengan pernikahan orang lain pada umumnya. Antara mempelai pria dan wanita duduk secara terpisah sebelum mereka sah menjadi sepasang suami istri. Tahap pengenalan mereka pun bukan dengan pacaran, melainkan Ta’aruf. Sungguh mereka adalah pasangan yang cocok dan dapat menjadi contoh yang baik dalam zaman yang sudah menyimpang dari ajaran Allah yang sebenarnya.

“Untuk pertama kalinya, saya memegang tangan suami saya selama mengenal dia. Untuk saat ini, kami mau pacaran dulu.”Ujar Oki.

Aku berdecak kagum mendengarnya sambil ikut tersenyum membayangkan betapa indahnya pacaran setelah menikah seperti Mbak Oki Setyana Dewi. Aku sangat menanti datangnya hari itu dalam hidupku.

Kabar bahagia ini, akhirnya aku sampaikan kepada sahabatku di SMA. Betapa aku sangat menganggumi keteguhannya menjalin sebuah ikatan, tanpa status “Pacar” tetapi menjalin ikatan Ta’aruf sampai mereka halal menjadi sepasang suami istri.

“Sha, cewek baik itu pasti jodohnya baik. Udah takdirnya dari sana itu..” Ujar Rizka.

Kata-kata Rizka begitu membekas sampai hari ini. Mungkin benar apa yang ia ucapkan. Karena Allah Maha Adil. Apa yang ia tanam, maka ia akan mendapatkan hasilnya dari usaha dan kerja kerasnya. Aku pun akhirnya mendapatkan suatu petunjuk. Laki-laki manapun, pasti menginginkan calon pedamping hidupnya yang sholehah dan penghuni surga.

Aku segera berkaca diri. Sudah layakkah aku menjadi seorang wanita sholehah yang menjadi bidadari penghuni surga? Sudah pantaskah aku memberikan yang terbaik untuk calon suamiku kelak? Bagaimana jika aku mendapatkan suami yang tidak sholeh akibat aku juga yang kurang menaati perintah Allah? Ya Allah, berikanlah aku laki-laki yang sholeh, laki laki yang mampu membawaku ke surga-Mu dengan izin dan ridho-Mu, laki-laki yang akan memberikanku keturunan yang sholeh dan sholehah. Kabulkanlah doaku, ya Allah..

***

Rasa sakit karena ketidakberuntungnya aku dalam mendapatkan seorang kekasih sudah sedikit tersingkir dari benakku. Tak perlu mencari pacar yang sholeh. Kelak laki-laki sholeh itu akan meminangku di waktu yang tepat. Dalam benakku kini, bukan Allah tidak menyanyangiku karena tidak memberikan aku seorang pacar, justru karena Allah menyanyangiku sehingga belum mendekatiku pada seorang laki-laki, agar terhindar dari fitnah dan zinah yang dapat terjadi karena belum adanya ikatan yang sah.

***

“Kakak, kita foto-foto, yuk..” Ujar Helen tetanggaku yang berusia 4 tahun.

Semenjak kepindahannya didekat rumahku, ia sangat akrab denganku. Aku yang menyanyangi anak kecil pun, ikut terhipnotis dengan tingkahnya yang membuat orang gemas bila didekatnya.

Anak cantik, lucu, pandai membuat orang tersenyum ini sering kukaitkan dengan tokoh kartun Masha and The Bear di salah satu stasiun televisi. Dengan poni rambut seperti Masha, aku mencoba menjadikan Helen seperti Masha, lengkap dengan kerudung pink milikku. Aku tertawa geli melihat Helen yang sangat cantik dan lucu. Ku abadikan momen tersebut di ponsel milikku. Salah satu celotehannya membuatku merinding dan terkejut.

“Kakak, kok kakak gak pake kerudung sih? Kan kakak cantik kalo lagi pake kerudung.” Ujar Helen yang membuatku sempat terbelalak.

“Ehm.. Emang kamu udah liat aku pake kerudung?”

“Udah, waktu lagi sholat pakai mukena.”

Deg. Jantungku serasa mau copot mendengarnya. Ternyata ia sering memperhatikanku saat aku sedang melakukan ibadah sholat.

“Kakak pake ini dong, coba.” Ia melepaskan kerudungnya, dan memakaikanku kerudung pink tersebut.

“Tuh kan cantik..”

Aku mengaca. Seperti ada bayangan pada kaca tersebut, memilih menutup aurat sebagai suatu kewajiban dan syarat masuk surga? Atau tetap egois dan acuh terhadap kain suci itu?

Aku benar-benar tersentuh atas saran malaikat kecil ini. Ia mampu membuatku tampil cantik dan ikhlas saat mengenakan jilbab ini.

***

Malam hari. Aku tak dapat menutup mataku dengan rapat. Aku tak bisa tertidur seperti biasanya. Seperti ada yang mengganjal yang membuatku susah menutup mata. Peristiwa sore tadi sepertinya yang menjadi penyebab tak bisanya aku menutup mata. Terlintas dalam pikiranku tentang akhir-akhir ini.

Sebenarnya apa yang aku cari lagi di dunia ini? Bukankah Allah menghidupkan para Mahluknya untuk beribadah kepada Allah dan menjalankan perintahnya? Mengapa susah sekali mengatakan “YA aku mau berhijab, aku mau menutup auratku. Aku mau melaksanakan perintah yang Allah suruh pada seluruh umatnya.” Mengapa susah sekali? Apalagi yang ingin aku tunjukkan pada dunia dengan aurat yang masih terbuka? Bukankah Allah memerintahkan wanita untuk berjilbab dengan tujuan untuk melindungi wanita dari mata laki-laki yang tidak sopan? Dari tangan-tangan jahil yang tidak beradab? Mengapa seakan kita justru menonjolkan hal yang tidak patut diperlihatkan pada orang yang bukan muhrimnya?

Seluruh pertanyaan itu memutar-mutar dalam pikiranku. Begitu banyak mudharatnya, bila aku tidak menutup aurat. Lalu, ketika aku sudah mantap menutup auratku, bagaimana dengan pekerjaanku nanti? Bukankah pekerjaan di kantor, rata-rata mengenakan rok dan blazer terlihat cantik? Bagaimana dengan pandangan orang-orang yang melihat “aneh” atas perubahanku? Dan bukankah ketika sudah siap menutup aurat saat keluar rumah, berarti juga siap saat ke warung terdekat juga harus menutup aurat, bukankah itu berlebihan? Terlebih jarak warung hanya beberapa langkah dari rumahku? Dan bagaimana baju-baju lamaku yang rata-rata adalah pendek? Dan ternyata, sedikit sekali baju panjang yang kumiliki. Bagaimana dengan salinan pakaianku sehari-hari?

Pertanyaan sebanyak itu ternyata justru membuatku terlelap saat jam menunjukkan pukul 03.00 pagi.

***

Pagi hari. Aku segera mencuci muka dan mencari jilbab pink yang kemarin dikenakan oleh si Masha. Adikku begitu terheran-heran melihatku mengenakan kerudung dengan terburu-buru.

“Mbak. Ngapain pake kerudung?” Tanya Fino.

“Pantes gak sih, Fin?” Tanyaku balik.

“Mbak, yang namanya cewek kalo pake kerudung yaa cantik lah. Lagian mbak kenapa sih gak pake kerudung? Sholat udah mulai rajin, puasa sunnah udah biasa. Nunggu apa lagi sih, Mbak?”

Kerudung pink itu sudah melekat cantik di kepalaku. Terlihat anggun saat aku mengenakannya.

“Tuh kan cantik. Udah mbak, tutup kepalanya. Jangan dipamerin mulu ke orang. Dosa kan, mbak. Gak inget foto dari Kak Yusi apa?”

Aku mulai teringat akan gambar yang Yusi kirim kepadaku minggu lalu. Isi gambar tersebut adalah seuntai pesan yang sangat membuatku bergidik ngeri. Seperti ini:

“Satu langkah, anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka satu langkah ayahnya hampir ke neraka.”

“Sehelai rambut wanita terlihat oleh lelaki yang bukan muhrimnya dengan sengaja, maka 70.000 tahun balasan di neraka.”

Dan masih banyak lagi pesan bergambar yang Yusi kirimkan seperti itu. Aku semakin yakin untuk benar-benar menutup auratku tanpa adanya “paksaan”.

“Cantik kan, Mbak?” Tanya Fino menegaskan.

Tanpa terasa air mataku jatuh. Beginikah rasanya ikhlas menjalankan perintah Allah? Beginikah rasanya sempurna dengan penutup kepala ini? Ya Allah.. Terima kasih telah kau tunjukkan padaku hidayah yang indah ini. Terima kasih Kau tunjukkan jalan menuju surga-Mu. Aku berjanji dalam hati, aku akan mengenakan jilbab ini sampai aku dipanggil menghadap Sang Pencipta.

***

Aku datang ke kampus dengan rasa gugup. Gugup karena akan dilihat aneh oleh teman-teman dan gugup karena ini pertama kalinya aku mengenakan jilbab dengan hati yang ikhlas.

“Sashaa.. Subhanallah.. Cantik banget...”

“Sasha! Lu pake kerudung? Astaga, kiamat.....”

“Subhanallah, Sasha.. Cantik banget kamu...”

Dan masih banyak lagi pujian yang aku dapatkan dari teman-teman yang merasa takjub melihat perubahanku hari ini. Semoga ini bukan hanya sekedar “ikut-ikut” berjilbab. Tetapi memang Allah sudah memanggilku untuk segera berjilbab dan menutup aurat.

“Kalo Sasha udah jilbab-an, tinggal Yusi nih nyinggung-nyinggung gue..” Ujar Nia.

“Nia, kapan nyusul?” Tanya Yusi.

“Tuh, kan...”

***

“Sha, terinspirasi dari siapa pake jilbab?” Tanya Ryan saat tiba-tiba ia duduk disampingku.

“Hah? Ehm.. Ya gak tau. Namanya juga hidayah.” Jawabku.

“Kenapa gak dari dulu sih pake jilbab? Kan keburu ilang feelingnya.”

Aku seketika terkejut mendengar pernyataannya, apa maksud perkataannya? Memangnya, dia pernah menyukaiku?

“Maksudnya?” Tanyaku.

“Nggak.”

“Oh..”

“Oh iya, kalau lo butuh nasihat, pesan, lo bisa tanya sama ketiga kiyai di kelas ini.”

“Hah? Kiyai, siapa?”

“Kyai yang pertama Riza, yang kedua gue, yang ketiga Roni. Si Riza, biar nyeleneh, tapi dia anak pesantren dulunya. Jadi kalo lo punya pertanyaan agama, bisa tanya ke kita-kita.”

“Oh gitu. Oke..”

Aku mulai terpancing kata-kata Ryan. Bagiku, sosok Ryan adalah sosok yang jarang berbincang dengan orang lain, terutama denganku. Saat berbincang denganku, matanya yang coklat menatapku seakan menerkamku bulat-bulat. Wajahnya yang tampan baru kali ini kusadari saat ia berbincang padaku saat ini. Secara agama, ia mampu dikatakan menjadi pemimpin yang baik.

***

“Sha, kapan pakai rok kayak Yusi supaya jadi wanita muslimah yang benar? Kan manis kalau rok..” Seru Ryan saat aku menuju kelas.

“Hah? Gue belum punya rok, nanti deh..”

“Pake dong.. biar manis.”

Aku buru-buru meninggalkan kerumunan Ryan dan teman-temannya. Teman-temanku menyadari bahwa sepertinya, Ryan punya kekaguman padaku.

***

“Dari dulu kali, Sha. Dia suka sama lo, suka doang tapi.. gak ada niat buat pacaran.” Jelas Faras yang juga sahabat Ryan.

Aku sempat terkejut mendengar pernyataan Faras. Sejak dulu? Jangan-jangan, sejak Faras mulai mendekatiku. Karena semenjak Faras mendekatiku, dan teman-teman dekatku, ia bertanya banyak hal tentangku, bersikap berbeda dari sebelumnya. Lalu, tiba-tiba Faras menyatakan, bahwa ia sesungguhnya menyukai Clara secara terang-terangan.

Dan kini kusadari, mungkin Faras membantu Ryan mencari informasi tentangku melalui teman-temanku. Sehingga timbul kesan Faras menyukaiku.

Yusi mulai mengingatkanku bahwa wanita yang sholehah akan tetap jomblo sampai dia halal setelah akad nikah. Aku mengerti hal itu, walaupun terkadang aku iri pada teman-teman yang sudah menggandeng pacar kemana-mana, sedangkan aku? Hanya bisa terduduk diam menunggu kapan waktunya Allah memberikan seorang kekasih seperti wanita yang lain. Aku memang belum mempunyai perasaan khusus pada Ryan, karena ini terlalu mendadak. Aku tak pernah menyangka bahwa ada juga orang yang menaruh hati padaku, bahkan teman-temanku tahu hal itu. Tapi ini juga sungguh menyakitkan, tatkala laki-laki impian itu datang, sahabatku memperingatkan, haram hukumnya laki-laki berpacaran dengan wanita yang belum muhrim. Karena hal itu dapat menimbulkan fitnah, sampai zina. Nauzubillah’minzalik.

Salah satu status akun media sosial milik Yusi pun menyadarkanku.

“Mau pacaran sama wanita yang sholehah? Sayangnya, wanita sholehah gak pacaran.”

***

Ryan tetap berusaha mendekatiku, mengatakan hal yang manis padaku. Sampailah pada suatu pernyataan yang mencengangkan namun membuatku kagum padanya.

            “Sha, kalo ada laki-laki yang deket sama lo. Lo lihat apa tujuannya. Dia mau mengajak lo menghindari neraka, atau malah mencebloskan lo ke neraka? Karena banyak tipe laki-laki macam ini. Bilangnya sih mau pacaran sama wanita sholehah, tapi.. wanita sholehah kan gak pacaran. Begitupun laki-laki. Laki-laki yang sholeh, gak akan ajak wanitanya untuk pacaran, tapi kalau sudah siap, laki-laki sholeh itu akan mengajaknya untuk menghalalkan hubungannya dengan si wanita sholehah.” Jelas Ryan.

Aku terkesima dengan paparannya. Ia begitu mendalami agama islam. Pandangan islamnya sangat baik dan bijak. Ia seperti calon pemimpin keluarga yang aku dambakan. Terbukalah hatiku untuk tetap menjomblo sampai seorang laki-laki mengucapkan ijab qabul dihadapan orangtuaku. Biarlah hubunganku dengan Ryan tetap seperti ini. Tetap menjadi teman yang baik, tetap menjadi seorang teman yang mampu menghindariku dari siksa api neraka, dan menghindariku dari perbuatan zina.

Banyak sekali hidayah yang aku dapatkan setelah berhijab. Aku merasakan sebuah kebaikan dan pengetahuan islam perlahan masuk kedalam kehidupanku, memasuki lubang-lubang yang pernah terkikis karena kedengkian hati menjauhi perintah Allah. Begitu banyak hal-hal baik berdatangan menghampiri kehidupanku. 

Sebab Allah tidak akan merubah suatu takdir kita, kecuali kita berusaha dan berdoa. Saat aku menutup hati untuk tidak berhijab sebelum siap, Allah datangkan hidayah-hidayah yang tak pernah ku sangka. Dan semakin Allah memberikanku petunjuk, semakin pula kucari dan aku dalami maknanya, hidayah dan nikmat yang Allah berikan padaku sungguh terasa indah. Tak ada yang aku lakukan selain melakukan hal yang telah diperintahkan Allah, tidak akan aku kufuri lagi nikmat yang Allah berikan kepadaku dalam setiap hembusan nafas dan detak jantungku. Kini AKU BISA membiasakan diri menjalankan perintah Allah dengan menggunakan jilbab yang menutup mahkotaku, karena aku tidak ingin terbakar panasnya api neraka diakhirat nanti.

Dan untuk pertama kalinya, aku menunggu datangnya bulan Suci Ramadhan yang sebentar lagi akan menyapa seluruh umat islam dimuka bumi.  Untuk pertama kalinya aku ingin mengkhatamkan Al-qu’ran satu bulan penuh di bulan suci nanti. Untuk pertama kalinya pula, aku merasakan kedamaian dalam hidup ketika aku memutuskan untuk lebih jauh mengenal Allah dalam bertasbih, bertakbir dan bertahmid dihadapannya. Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku, ampunilah segala keburukan sikapku selama ini. Tunjukkanlah aku jalan yang Engkau ridhoi.. Tunjukkan jalan menuju Surga-Mu. Aamiin.

Kisahku ini adalah sebagian kisah kecil dalam pencarianku mencari hidayah. Tak akan ada habisnya aku mencari segala hal yang belum aku ketahui. Semoga kisahku ini menjadi sebuah hidayah baru bagi pembaca.

Hidayah tak akan datang apabila kita tidak mencari dan berusaha. Dan hidayah itu akan datang ketika hati sejalan dengan niat dan usaha dalam mencari jalan menuju surga.