Rabu, 25 Juni 2014

PILIH CAPRES? PILIH YANG GAK OBRAL JANJI!


Akhir-akhir ini, tv ramai berbondong-bondong dengan berita Pemilihan Capres-Cawapres 2014-2019. Berita capres memang sedang hangat diperbincangkan, ini membuat masyakarat Indonesia harus berpikir beribu kali sebelum menentukan pilihan. Bukan cuma orang-orang yang bingung dalam menentukan pilihan, saya pun dibuat bingung karenanya.

            Calon presiden yang terdaftar di KPU ada dua pasang. Nomor urut 1 ada Prabowo-Hatta dan nomor urut 2 ada Jokowi-JK. Masing-masing calon mempunyai kredibilitas yang tinggi dibidangnya masing-masing.

Blusukan Jokowi dikenal masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya terhadap rakyat. Tidak main-main, rakyat Jakarta langsung “jatuh cinta” pada Mantan Walikota Solo ini. Kinerja kerja Jokowi sebagai Pemimpin Jakarta sungguh dapat diacungkan kedua jempol. Terbukti, pada saat ide-idenya dalam mengusung Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat terealisasi, dan dapat diterima oleh rakyat Jakarta, terutama rakyat menengah ke bawah, dan mendapat respon yang baik bagi seluruh rakyat yang merasakannya. Begitupun dengan rencananya yang akan membuat Tol Laut dan Kereta Monorel, saya katakan, inilah calon pemimpin yang ditunggu-tunggu masyarakat, pemimpin yang mampu mengubah secuil harapan rakyat, dan berdampak bagi kehidupan masyarakat diseluruh Indonesia. Walaupun saya bukan Warga Negara Jakarta, saya akui inilah gebrakan perubahan awal yang baik
.
Namun, kekaguman saya pada Pak Jokowi perlahan memudar ketika pemberitaan Pak Jokowi mendapat mandat dari Ibu Megawati untuk menjadi Capres ramai mondar-mandir di seluruh stasiun televisi. Kekaguman yang pernah hadir dihati saya sekejap sirna, saat Pak Jokowi mengatakan siap untuk menjadi Calon Presiden dari Partai PDI-P bersanding dengan Calon Presiden lain ketika masa jabatannya belum berakhir menjadi seorang Gubernur. Mengapa seorang yang saya kagumi tega mengkhianati janjinya untuk membangun Jakarta selama 5 tahun demi menjadi seorang Pemimpin Negara? Mengapa ada kesan “Loncat” dalam politik?

Kebingungan ini mendorong saya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah saya browsing, saya mendapatkan informasi bahwa Jokowi juga pernah “akselerasi” sewaktu menjabat Walikota Solo di periode tahun keduanya. Sukses dengan 5 tahun menata Kota Solo, pada pemilihan Walikota selanjutnya Jokowi dipercaya kembali untuk menata Kota Solo, namun apa yang terjadi? Ditahun keduanya ia menjabat Walikota Solo, ia ikut serta dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Dan kini, ketika ia berhasil menduduki kursi Gubernur dan berjanji dibawah nama Tuhan untuk memimpin Jakarta selama 5 tahun, ia mengingkari janjinya sendiri. Janji yang disaksikan oleh seluruh mata yang melihat, oleh seluruh telinga yang mendengar, dan oleh seluruh hati yang berharap untuk majunya Jakarta yang lebih baik, kini sirna. Kepercayaan rakyat Jakarta terhadap Jokowi perlahan menghilang seiring majunya Sang Gubernur untuk menempati posisi tertinggi di Indonesia.

“Demi Allah saya bersumpah, saya berjanji sebagai Gubernur daerah khusus ibukota Jakarta dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya memegang teguh undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta BERBAKTI PADA MASYARAKAT  nusa dan bangsa”. Ungkap Jokowi saat dilantik menjadi seorang Gubernur.

            Masih ingatkah Pak Jokowi tentang janji tersebut? Janji selama 5 tahun menjadi seorang Gubernur? Pak Jokowi dengan sengaja melanggar sumpah dihadapan mata media dan mata rakyat, dengan berdusta dan mengikari janjinya sumpah jabatannnya atas nama Allah dan Al Quran. Tahukah beliau bahwa ia dapat disebut orang yang “Munafik?”.

Nabi Muhammad SAW: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR. Muslim)

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat”. ( QS. An Nahl : 91 )

           “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adzab yang pedih”.( QS Ali imran :77)

            Masyarakat di Indonesia, mayoritas memeluk agama Islam. Pedoman atau Kitab Suci Umat Islam adalah Al-Quran dan Hadits. Di dalam Al-qur’an semua kehidupan telah diatur sebaik-baiknya. Wajar kalau saya menggunakan firman Allah untuk mengingatkan kembali masyarakat dalam menentukan pilihan.

            Saya bukan seorang anggota Partai pendukung Prabowo-Hatta, saya tidak mengkampanye-kan Capres-Cawapres no urut 1, saya bukan seorang yang membenci Jokowi, saya hanya seorang mahasiswi yang pikirannya mulai terbuka tentang politik akhir-akhir ini. Terlebih saya adalah seorang pemilih pemula yang wajib mencari tahu “track record” masing-masing kedua Capres.

            Pemberitaan di media tentang kampanye hitam yang menyerang masing-masing kedua kubu mengakibatkan banyaknya swing voters yang salah dalam menentukan pilihan. Maka dari itu, mari kita ulas pernyataan-pernyataan yang heboh di media dibawah ini:

1.      PRABOWO
Melihat komentar pedas web ini, kok rasanya semua bisa diklarifikasi ya?  http://www.kaskus.co.id/thread/52e94ef10d8b46f04c8b4580/50-catatan-buruk-prabowo-subianto

·    Bila Pak Prabowo diberitakan bahwa ia adalah seorang pelanggar HAM, mengapa Ibu Megawati pernah mengajaknya untuk menjadi Calon Wakil Presiden periode 2009-2014?
·  Kalau Prabowo dipecat secara tidak terhormat atas kasus kerusuhan 98, mengapa ia masih mendapatkan uang pensiun?
·    Bila Prabowo melecehkan peran gerakan mahasiwa 98 dan lokomotif gerakan reformasi amin rais cs dalam menumbangkan rezim korupsi Soeharto, mengapa sekarang Amin Rais berkoalisi dengan Prabowo, dan menjadikan Hatta Radjasa sebagai Cawapresnya?
·    Mantan aktivis ITB Syahganda Nainggolan juga mengecam keras Prabowo. Dia juga mengatakan duet Prabowo-Hatta tdk akan terwujud gara-gara ini. Tapi buktinya menurut survey Institut Survey Indonesia (ISI), Prabowo-Hatta  51,18 persen. Sementara Jokowi mendapat 48,82 persen?

2.      JOKOWI
·     Menggadang-gadangkan akan membeli kembali INDOSAT, visi Jokowi dinilai Aneh oleh Pengamat Militer! Indonesia tak butuh Drone, Indonesia itu luas butuh satelit, kenapa dulu Mega jual sembarangan? http://www.suaranews.com/2014/06/visi-jokowi-dinilai-aneh-oleh-pengamat.html
·     Jokowi peduli Palestina, kenyataannya, ia keduluan Prabowo yang sudah memberikan sumbangan sebelum Jokowi berkoar. http://www.suaranews.com/2014/06/ini-semakin-mempermalukan-jokowi.html

Terlebih dari semua pemberitaan diatas, saya sebenarnya masa bodoh. Saya tidak peduli dengan semua pemberitaan yang ada. Pemberitaan diatas hanya segelintir bonus karena pilihan saya mengajak kaum Islam untuk tidak salah pilih. Umat Islam pasti tahu dengan hukumnya Janji? Bedanya Prabowo dengan Jokowi dalam masalah Janji adalah, Prabowo bebas menjanjikan apapun kepada masyarakat Indonesia karena beliau memang belum pernah merealisasikan satu janji pun kepada masyarakat Indonesia. Ia bebas berjanji dihadapan rakyat karena tidak punya hutang janji di masa lalu. Namun berbeda dengan Pak Jokowi, terkesan aneh bila ia berjanji didepan masyarakat, janji kemarin saja belum ia laksanakan dengan baik, masa mau berjanji lagi. Masyarakat udah “mual” dengan janjinya pemimpin. Mereka butuh kepastian. Walau perlahan, asal mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan, mereka akan senang dan sejahtera. Tak peduli dengan gosip politik yang berkeliaran di media massa. Masyarakat sudah pintar dalam memilih Calon Presiden!

Saya mendukung Prabowo-Hatta karena beliau memang layak menjadi Pemimpin di Negara ini untuk periode 2014-2019. Capres hanya dua, kalau yang satu banyak obral janjinya, dan dari pada dosa menjadi pengikut pemimpin yang salah, mending pilih yang satu. Walau banyak pemberitaan yang menjelek-jelekan dirinya, suatu saat kebaikan akan terungkap. Orang yang dianggap baik tidak sepenuhnya baik, pasti ada bobroknya. Orang yang dianggap buruk, belum tentu buruk dihadapan Allah! Allah tidak tidur. Lagi, apa pantas, ketika Jokowi menjadi Presiden, Ahok bergeser kepemimpinan menjadi Gubernur? Mayoritas masyarakat kita adalah Islam. Orang Islam harus dipimpin dengan orang Islam.

Bang Rhoma Irama yang kita kenal sebagai artis Dangdut menyatakan, bahwa intinya umat Islam tidak boleh dipimpin oleh orang kafir karena akan diazab Allah SWT. Oleh sebab itu memilih pemimpin adalah ibadah (seperti halnya shalat, dan puasa). Beliau berkata begitu berdasarkan ayat Al-quran An-Nisa 144. Allah SWT berkata:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)”? (QS. 4:144)

Sebenarnya kedua Capres ini layak menjadi Pemimpin Negara dan membuat Negara Indonesia mampu disegani oleh masyarakatnya. Tapi, biarkanlah Pak Prabowo menjadi seorang Presiden periode 2014-2019. Bantulah Pak Prabowo agar beliau melaksanakan janji-janjinya. Karena dengan kita membantu Pak Prabowo menjadi seorang Presiden, maka kita juga akan membantu Pak Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jakarta, membenahi Jakarta seperti yang ia janjikan tahun 2012. Karena dengan kita membantu Pak Jokowi menjadi Gubernur kembali, kita dapat menghindarinya dari Dosa karena tidak menepati janjinya, kita dapat menghindari pemimpin hebat ini dari siksanya Allah di Akhirat. Dengan kita membantu Pak Jokowi menjadi Gubernur kembali, Pak Ahok juga pasti akan terbantu oleh Pak Jokowi untuk merealisasikan janji mereka membenahi Jakarta. Dan pada akhirnya ketika Jokowi-Ahok telah terbantu, masyarakat Jakarta ikut terbantu ekonomi, kesehatan dan kesejahteraannya. Bantu-membantu itu sangat luar biasa bukan? Dari kita membantu Prabowo menjadi Presiden, kita juga membantu Jokowi untuk kembali menata Jakarta, pekerjaan Ahok terbantu oleh Jokowi, dan rakyat Jakarta juga terbantu dengan kembalinya Sang Gubernur ke tengah-tengah mereka. Tidak ada yang melarang Jokowi untuk menjadi Presiden. Namun, selesaikanlah dulu tugasnya yang belum selesai. Tepatilah janjinya seperti yang kau ucapkan sebelum menjadi Gubernur. Ketika DKI Jakarta sukses seperti yang Jokowi-Ahok targetkan, dan keberhasilan mereka diakui seluruh masyarakat, maka dengan sendirinya, apabila Jokowi mencalonkan diri sebagai Calon Presiden di Periode yang akan datang, masyarakat secara ikhlas dan sukarela akan memenangkan Gubernur Hebat ini untuk membenahi Indonesia.

Saya meluruskan bahwa “saya bukan sok tau atau sok tua”. Ini adalah aspirasi saya. Ini adalah hasil pencarian saya selama ini mengikuti jejak perkembangan Capres-Cawapres. Semoga masyarakat terbuka hati, pikiran dan nuraninya, bahwa Negara ini butuh perubahan. Siapa yang akan merubah? Pemerintah yang bersih, dan masyarakatnya yang mendukung.

Ingat! Tuhan nomor 1. Presiden itu nomor 2. Tidak ada yang melarang membanggakan Presiden yang akan memimpin kita nanti, tapi Allah Sang Pencipta Alam Semesta-lah yang pertama kali harus kita Agungkan. Karena ketika Allah sudah memanggil, tak ada yang bisa menolak atau menundanya. Semua akan kembali kepada Sang Pencipta. Selamat Datang INDONESIA BARU! Indonesia yang berbudaya dan beragama.

Sumber:




Selasa, 24 Juni 2014

KEBIJAKAN PEMERINTAH ERA KEPEMIMPINAN SUSILO BAMBANG YUDHIONO (2004-2014)


Setelah Kemerdekaan Negara Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, masyarakat sepakat bahwa tanggal 18 Agustus 1945, bangsa Indonesia menerima Pancasila sebagai dasar negara sebagai perwujudan falsafah hidup bangsa dan ideologi nasional. Hal itu adalah bentuk dari kesetiaan terhadap ideologi Pancasila dituntut dalam bentuk sikap, tingkah laku dan perbuatan yang nyata dan terukur dalam paradigma pembangunan dan perekonomian Indonesia.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, paradigma diartikan seperangkat unsur bahasa yang sebagian bersifat konstan (tetap) dan yang sebagian berubah-ubah. Paradigma, juga dapat diartikan suatu gugusan sistem pemikiran Sedangkan pembangunan menunjukkan adanya pertumbuhan, perluasan ekspansi yang bertalian dengan keadaan yang harus digali dan yang harus dibangun agar dicapai kemajuan di masa yang akan datang. Pembangunan tidak hanya bersifat kuantitatif tetapi juga kualitatif (manusia seutuhnya).
Ditinjau dari masalah paradigma pembangunan dan perekonomian di Indonesia, negara kita sendiri mempunyai kondisi perekonomian Indonesia yang dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya pendapatan nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB). Pendapatan nasional dan PDB yang tinggi menandakan kondisi perekonomian suatu negara sedang bergairah yang memungkinkan pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Lalu bagaimana dengan kebijakan pemerintah era kepemimpinan SBY? Apa saja kebijakan-kebijakan pemerintahan pasca dilantiknya Presiden SBY bersama JK tahun 2004-2009 dan 2009-2014 bersama Boediono?
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Dilansir dari http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/perekonomian-indonesia-di-era-reformasi/ bulan april 2012, pada masa kepemimpinannya tahun 2004-2009, SBY banyak menuai kebijakan seperti adanya kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.¹
Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.

Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salah satunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.
Selain itu, pada periode ini pemerintah melaksanakan beberapa program baru yang dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat kecil diantaranya PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Pada prakteknya, program-program ini berjalan sesuai dengan yang ditargetkan meskipun masih banyak kekurangan disana-sini.
Pada pertengahan bulan Oktober 2006 , Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. Dengan ini, maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39,05 juta jiwa pada bulan Maret 2006.
Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Selain itu, birokrasi pemerintahan terlalu kental, sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap, karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Jadi, di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri, tapi di lain pihak, kondisi dalam negeri masih kurang kondusif.
KEMAMPUAN SISTEM POLITIK
Kapabilitas sistem politik dapat diartikan sebagai kemampuan sistem politik yang dapat digunakan untuk mematangkan pembangunan politik disuatu negara. Menurut Almond keamampuan sistem politik terhadap kapabilitas sistem politik pada umunya terdiri atas kemampuan regulatif, ekstraktif, distributif, simbolis, dan responsif. Dalam era reformasi hingga sekarang hingga sekarang, penulis mencoba memotret bagaimana kemampuan sistem politik era pemerintahan SBY  hingga sampai sekarang dengan menggunakan teori Almond.²
1.      Kemampuan ekstraktif: Adalah kemampuan mengelola sumber-sumber material dan manusia dari lingkungan dlm maupun luar.  Eksploitasi terhadap hasil sumber daya alam indonesia sebenarnya telah lama di lakukan oleh negara luar. Yaitu perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan PT. Freeport di tanah Papua hasil dari kekayaan alam tersebut diangkut tiap hari oleh kaum kapitalis seperti emas, timah, logam, uranium, dan lain-lain dalam jumlah skala besar.
2.      Kemampuan regulatif: Adalah kemampuan mengontrol, mengendalikan perilaku individu atau kelompok dlm sistem politik. Kemampuan Sistem Politik dalam mengontrol perilaku-perilaku individu atau kelompok  pada era SBY memang tidak bisa mengatakan sepenuhnya buruk karena para individu atau kelompok telah dicoba untuk diberantas, tetapi pada sisi lain individu atau kelompok yang mampu mengganggu kestabilan negara kian hari makin marak bersemi.
3.      Kemampuan distributive: Adalah kemampuan mengalokasikan berbagai jenis barang, jasa, kehormatan, status dan kesempatan. Pada era SBY sebenarnya dana alokasi untuk di distribusikan kepada rakyat sudah cukup banyak namun akibat lemanya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dana alokasi tersebut tidak sampai sasaran, tapi berhenti pada kantong celana oknum elit yang tidak bertanggungjawab (koruptor).  Contoh kecilnya, ketersediaan gedung sekolah dan kesehatan bagi masyarakat serta tenaga pengajar dan medis.
4.      Kemampuan simbolis: Adalah kemampuan untuk membangun pencitraan terhadap kepala negara atau juga rasa bangga terhadap negaranya. Misalnya adalah lagu-lagu nasional, upacara-upacara, penegasan nilai-nilai yang dimiliki, ataupun pernyataan-pernyataan khas sistem politik. Simbol adalah representasi kenyataan dalam bahasa ataupun wujud sederhana dan dapat dipahami oleh setiap warga negara. Dalam konteks kekinian, sistem politik di indonesia saat ini tidak melahirkan pemimpin yang memiliki jiwa kemimpinan, karismatik dan relegius. Seperti kita ketahui sosok pemimpin seperti Ir. Soekarno, yang karismatik dan Gusdur sebagai tokoh agama.
5.      Kemampuan responsive: Adalah  tanggap tidaknya terhadap tuntutan atau tekanan sistem politik dalam daya tanggap terhadap masyarakat. Seperti halnya, Reformasi yang telah melahirkan demokrasi namun belum juga mensejahterakan bangsa ini. Demokrasi sebagai sistem politik era pemerintah SBY hanya sebatas prosedural semata. Lemahnya respon pemerintah terhdap keluhan rakyat ternyata bukan hanya dalam negeri saja, tetapi diluar negeri juga lebih buruk lagi.
6.      Domestik dan internasional: Adalah kemampuan yang dimiliki pemerintah dalah hal bagaimana ia berinteraksi dilingkungan domestik maupun luar negeri. Dalam konteks kontemporer kemampuan domestik sistem politik masih lemah sehingga relasi antara pemerintah dan masyarakat kurang harmonis, hal ini tergambar dari berbagai aksi ketidakpercayaan publik terhadap kinerja pemerintah selama ini.

KEBIJAKAN HUKUM
Masalah penegakan hukum merupakan masalah yang selama ini dianggap paling krusial. Masalah-masalah hukum yang mulai dihadapi SBY terkait dengan bencana alam maupun bencana akibat kesalahan manusia yang terjadi pada awal pemerintahannya, mulai bencana tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta, jatuhnya pesawat Adam Air, sampai lumpur Lapindo di Sidoarjo dan bencana akibat pembagian BLT (bantuan langsung tunai) sebagai kompensasi BBM (bahan bakar minyak). Kemudian juga mulai muncul masalah kedaulatan negara dan hukum internasional yang terkait dengan kasus intervensi beberapa negara (Amerika Serikat dan Singapura) dalam pencarian lokasi jatuhnya Adam Air dan kotak hitamnya. Pemerintahan SBY, dapat membangkitkan semangat dan solidaritas kemanusiaan sampai tingkat internasional untuk memberikan bantuan bagi para korban bencana, selain penggunaan instrumen hukum untuk menanggulangi bencana alam melalui Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007.  SBY menunjukkan usaha secara signifikan penanggulangan bencana baik melalui aspek hukum nasional maupun aspek diplomasi dengan dunia internasional.
Kepemimpinan SBY yang selama ini dikritik sebagai kepemimpinan yang lamban dan lemah juga terlihat dalam beberapa kasus bertindak gamang dan terkesan mendua, bahkan satu kasus yang sampai saat ini belum terselesaikan, yaitu kasus pembunuhan Munir, SBY mulai bertindak kritis karena dipengaruhi oleh kegigihan dari Suciwati, istri almarhum, yang berhasil menarik perhatian kalangan internasional. Akan tetapi ketidaktegasan pemerintah SBY juga ternyata masih ada, terutama dalam penyelesaian kasus Soeharto yang sampai saat ini tidak ada perkembangan selanjutnya bahkan terkesan hilang tertutup oleh kasus-kasus lain. Sedangkan dalam beberapa kasus lainnya SBY dianggap telah bertindak benar dan konstitusionil, antara lain ketidakhadirannya dalam sidang interpelasi DPR untuk kasus persetujuan resolusi DK PBB atas nuklir Irak, maupun dalam memilih Boediono dan meninggalkan koalisi yang telah dibuatnya dengan beberapa partai lain.

KEADAAN PEREKONOMIAN
Selama masa pemerintahan SBY, perekonomian Indonesia memang berada pada masa keemasannya. Indikator yang cukup menyita perhatian adalah inflasi.
Sejak tahun 2005-2009, inflasi berhasil ditekan pada single digit. Dari 17,11% pada tahun 2005 menjadi 6,96% pada tahun 2009. Tagline strategi pembangunan ekonomi SBY yang berbunyi pro-poor, pro-job, dan pro growth (dan kemudian ditambahkan dengan pro environment) benar-benar diwujudkan dengan turunnya angka kemiskinan dari 36,1 juta pada tahun 2005, menjadi 31,02 juta orang pada 2010. Artinya, hampir sebanyak 6 juta orang telah lepas dari jerat kemiskinan dalam kurun waktu 5 tahun. Ini tentu hanya imbas dari strategi SBY yang pro growth yang mendorong pertumbuhan PDB.
Imbas dari pertumbuhan PDB yang berkelanjutan adalah peningkatan konsumsi masyarakat yang memberikan efek pada peningkatan kapasitas produksi di sector riil yang tentu saja banyak membuka lapangan kerja baru. Memasuki tahun ke dua masa jabatannya, SBY hadir dengan terobosan pembangunannya berupa master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui langkah MP3EI, percepatan pembangunan ekonomi akan dapat menempatkan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2025 dengan pendapatan perkapita antara USS 14.250-USS 15.500, dengan nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USS 4,0-4,5 triliun.
KESIMPULAN
            Menurut uraian diatas, penulis menangkap beberapa kesimpulan bahwa kemampuan sistem politik dan moneter era pemerintahan SBY masih jauh dari yang diharapkan bangsa ini. Reformasi sebagai tuntutan untuk tercapainya rasa keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat ternyata juga belum bisa mengatasi berbagai persoalan bangsa dan negara keluar dari keterpurukan. Isu kenaikan BBM yang dianggap bukan hanya masalah subsidi tidak sampai sasaran tetapi krisis keuangan negara terhadap hutang kepada bank dunia dan IMF yang hampir mencapai 2000 triliun rupiah. Menggambarkan bahwa gagalnya pemerintah secara ekonomi politik dalam mengelolah dan memanfaatkan SDA Indonesia, sehingga terpaksa yang menanggung adalah rakyat masyarakat Indonesia sendiri. 


Sumber:
1.    Triyanto, M.si  (Modul Mata Kuliah “Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia” STPMD “APMD” Yogyakarta)



Senin, 07 April 2014

KELUARGA KECIL? ATAU BESAR?


Setiap orang hebat, pasti ada mereka yang lebih hebat dibelakangnya. Mereka menginspirasi orang tersebut sehingga orang itu bisa mengepakkan sayapnya lebar-lebar, tanpa harus ragu, malu dan minder. Suatu saat, dengan segala usahanya dan orang hebat dibelakangnya tersebut, ia akan menjadi sosok yang dikagumi orang.
Kalian semua juga pasti tau, kasih sayang orangtua itu gak akan ada batasnya. Sebesar apapun kesalahan lo, orangtua pasti akan memaafkannya. Asal kesalahan yang lo buat masih dalam jarak yang wajar.
Gue juga punya keluarga. Keluarga kecil apa besar ya? Orangtua gue punya 4 anak. Gue yang pertama. Setelah itu ada Leni, Nicko dan Ferdy. Mereka semua adalah orang-orang yang selalu support gue dalam keadaan apapun. Masalah sekolah, kuliah, dan yang lain pasti dirundingkan bersama-sama.
Bokap gue orang yang netral. Dia selalu lihat kondisi dari berbagai sisi, dia gak mau terpaku dengan satu saran. Pokoknya He’s My Lovely Father. Walaupun tampangnya sangar, tapi hatinya hello kitty wokwok :D Nggak nggak, bokap gue gak sehello kitty kok!  Dia yang selalu buat gue semangat lagi saat gue buntu pada masalah yang gak bisa gue selesain sendiri. Kuliah misalnya. Tau kan, gue anak SMK Kesehatan jurusan Keperawatan? Dan sekarang melenceng ke Akuntansi. But, gak ada masalah. Kuliah gue sekarang lancar. IPK? Lumayan untuk awal, diatas 3. Gue mau nunjukin ke bokap gue yang udah susah-susah cari biaya untuk kuliah gue yang mahal, bahwa gue bisa belajar jurusan apapun, untuk membuktikan gue mampu dimanapun. Setidaknya untuk membuat ada segelintir senyum bahagia di wajah bokap gue yang ganteng ini haha.
Kadang, orangtua juga pasti ingin anaknya mengikuti kemauannya. Contohnya nyokap gue. Yaa, karena basic gue emang kesehatan, wajar kalo nyokap nyaranin gue kuliah Kebidanan. Masih tuh berlaku sampai sekarang. Mungkin karena nyokap udah seneng liat anaknya calon tenaga kesehatan, jadi masih suka minder kalo ditanya tetangga, jurusan apa yang gue ambil. Gak apa-apa bu, aku akan membuktikan bahwa aku mampu dimanapun! *Optimis*
Istilahnya, gak ada hal yang sia-sia kalo emang itu takdir dari ALLAH SWT. Emang jalan hidup gue harus sekolah di SMK Kesehatan dan Kuliahnya di Akuntan, emang dasarnya dari sonoh, kan? Terima sajalah, selama gue masih mau untuk belajar, Why Not? Bukannya ilmu gue jadi bertambah? Gue ngerti basic kesehatan, ngerti juga bidang keuangan, ya kan?
            Adik-adik gue? Ehm. Ya lah ceritain sedikit. Leni. Leni itu perempuan paling alay yang ada dirumah gue. Dimanapun tempatnya, pasti kerjaannya foto! Nggak di handphone nyokap, bokap, gue, laptop gue, netbook dia, semua isinya foto manusia alay. Wajar sih, masa-masa SMP itu emang masa-masa mengenal dunia. Apalagi sekarang udah mau SMA, wajar mungkin begitu. Tapi plis, Leni. Jangan jadi manusia Alay berlebihan. Dan yang paling penting, adek gue yang satu ini judes. Mukanya dia selalu asem kalo ditanya sama orang, dan senyum juga seperlunya. Gak ngerti kenapa. Takdir kali.
            Nicko. Sekarang dia kelas 4 SD. Cowok ganteng tapi penakut. Sebelnya sama dia, dia suka ngajakin nonton film-film horor, dan pemburuan hantu-hantu, tapi kalo disuruh kedapur malem-malem, dia minta anterin sama adik gue yang paling kecil. Dissssss.... -___- Tapi biar penakut, pacarnya banyak tuh. *kalah gue*
Sekarang Ferdy. Adik gue yang paling kecil kelas 2 SD. Ganteng, jagoan dan gak penakut. Suka banget deh sama adik gue yang satu ini. Ferdy emang laki pake banget. Sangking lakinya, tangan kirinya harus patah gara-gara jatuh dari lemari paling tinggi dirumah gue. Terus setelah 1 tahun berlalu, tangan kiri yang pernah patah itu harus kembali patah, gara-gara dia main sepeda. Dan gak kapok, walaupun tangannya patah 2x. Dia mau ikut taekwondo. Terserahlah ya.
Bukan keluarga namanya, kalau nggak ada ributnya. Setiap hari ada aja yang berantem, ntar nicko sama Ferdy, Leni sama Nicko, Gue sama Nicko, Gue sama Leni, Leni sama Ferdy. Ya begitulah. Paling bokap sama nyokap diem aja kalo udah begitu selama masalahnya gak gede-gede amat. Pernah bokap turun tangan gara-gara leni berantem sama nicko, gue yang kena. Takdir.
Gak akan ada habisnya ceritain keluarga gue yang sederhana ini. Gue selalu berharap sama ALLAH, mudah-mudahan keluarga gue selalu diberi nikmat panjang umur, sehat, dilimpahkan rezeki dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin.
Semoga gue dan adik-adik gue menjadi orang yang sukses, berbakti kepada kedua orangtua, menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama, serta meraih cita-citanya tanpa halangan apapun, AMIN...

Ok. Akhirnya berakhir juga kisah keluarga gue. Babai~

My Lovely Friend, MS!


Gue tahu, pasti Putri dan Rafi males banget baca sebanyak ini. Untuk kali ini, baca sepenggal kisah kita yaa. Luangin waktu sekitar 30 menit ajah. Yayaya?
MS? Bukan salah satu anggota keluarganya Adi MS, Memes, Kevin Aprillio dan seperangkatnya.. MS itu salah satu nama dari anggota keluarga ini. MS diambil dari nama Ratna Puspita MekarSari. Entah kenapa nama MS masih melekat sampai sekarang. MS terbentuk karena adanya tugas kelompok dari guru SMK yang mengharuskan kelompoknya berenam. Karena duduknya juga selalu deketan, mungkin itu alasannya kita selalu sama-sama.
MS terdiri dari 6 orang. 2 laki-laki ganteng (Abdurrafi Anwary dan Imam Prakoso) dan 4 perempuan yang cantik-cantik (Anisa, Putri Anisyah, Ratna Puspita MS dan Susi Febrina *gue*)
Ini bukan genk nero, genk alay, atau genk motor. MS emang punya motor masing-masing. Gak heran kalau MS jalan, 6 buah motor siap membuat jalanan macet dan suka bikin pucet. Sekali lagi, ini bukan genk! Emang selalu bersama-sama dari kelas 1 SMK. Kita juga gak mau dipanggil genk. Lebih tepatnya keluarga. Mungkin udah hukum alamnya haha.. Kita punya nama panggilan masing-masing. Gue (Tante), Ratna (Bibi), Putri (Mama), Anisa (Nenek), Imam (Kakek) dan Rafi (Uyut). Sifat? Tentu masing-masing orang punya sifat yang berbeda. Gue ceritain sesuai absen ya, kayak SMK.
Mulai dari Abdurrafi Anwary, cowok ganteng ini kelahiran 1996. Paling muda dari yang lain, tapi sok tua kayak uyut-uyut. Dia ini paling bokek kalo diajak jalan. Pacarnya kebanyakan. Giliran mau jalan sama MS, duitnya selalu ngepas. Biasalah playboy cap kodok. Alay alay gimana gitu. Tapi soal agama, dia jago. Dia penyelamat gue kalau ada pelajaran agama yang ada tajwidnya hehe.. Warna kesukaannya PINK haha.. emang unik orang ini, tapi ya begitulah adanya. Dan dia adalah laki-laki yang paling takut sama CICAK! Oh no! Untung motornya gak diwarnain Pink! Hahaha... Kebiasaan jeleknya adalah males nih belajarnya. Mudah-mudahan sekarang nggak, ya. hehehe..




Sekarang Anisa, namanya emang Anisa doang. Mau apalagi? Keuntungan punya nama singkat, ya kalo ujian gak perlu lama-lama. Hebat orangtuanya. Nama yang singkat, namun mengandung arti yang baik. Semoga kehidupannya juga selalu baik, amin.. Nenek gue ini, orangnya baweeeeel kayak nenek-nenek, dan ada egonya dikit :D Dalam hitung-hitungan misalnya Fisika, matematika, kimia, jagonya nih.. Warna kesukaannya, setau gue putih.. soalnya motornya juga warna putih. Semoga seputih hatinya, wkwk.. Kalau dia, sumpah gak tau yang ditakutin apa. Mungkin yang ditakutin, kalau gak punya duit buat jalan kali ya? Wkwk :D Kebiasaan jeleknya adalah suka touring ke tempat unik sendirian tanpa ngajak MS, jahat. Mudah-mudahan nggak gitu lagi ya.. gue kan juga mau ikutttt! hahaha.. 

Terus ada Imam Prakoso. Semoga menjadi orang yang perkasa. Haha.. Sekarang dia ambil jurusan KesMas di UIKA Bogor. Cowok ganteng ini, punya hubungan gak menentu nih sama temen seangkatan gue juga di SMK. Hubungannya gantung sama kayak jemuran emak gue. Gak ngerti apa maksudnya, biar merekalah yang menyelesaikan pacaran, atau nggak.  Imam juga bawel dan sok tua kayak kakek-kakek. Pelajaran komputer paling jagoannya nih.. matematika, fisika, kimia, juga dia jago. Sempet ada niat mau ambil jurusan teknologi informasi, tapi akhirnya ke Kesehatan Masyarakat. Baguslah daripada nyasar kayak gue. Warna kesukaannya adalah hitam, dan biru. Setau gue ya... keliatan dari motornya yang perpaduan dari hitam dan biru. Dia cowok paling berani kayaknya, sesuai sih sama namanya yang perkasa wkwk :D Kebiasaan jeleknya imam adalah tukang PHP! Rata-rata cewek yang dia deketin punya feel sendiri gimana gitu ke cowok ini, tapi imamnya gak respect. Gak boleh gitu, Mam! 


Ada Putri Anisyah. Si cewek rempong, ribet dan pecicilan ini sahabat gue yang dipanggil Mama. Seharusnya Tante kali, ya? Ini cewek ribetnyaaaaa astagfirullah. Dia ambil jurusan Keperawatan Gigi di Poltekkes I Fatmawati, Jakarta. (nyambung kok sama keperawatan, haha) Putri ini gak bisa belajar buat ujian dari malem. Pasti belajarnya secara otodidak pagi-pagi.. Terbukti, walaupun belajarnya otodidak, dia masuk Poltekkes negeri, kan? hehe.. hebat!!! Warna kesukaannya hijau. Tapi motornya warnanya gak hijau. Emang dia punya koleksi hijau, jangan-jangan dia jelmaan Nyi Roro?? Maygat! Dan hewan yang paling ditakuti adalah belatung, ulat, cacing dan sebangsanya. Kebiasaan jeleknya, dia paling males nih yang namanya nunggu dan gak sabaran. Padahal sabar itu kan sebagian dari iman ya? Hehehe.. 


Lalu Ratna Puspita MS. Cewek ini nih, yang namanya diambil untuk MS. Namanya paling panjang dari yang lain. Dia ambil jurusan Akuntansi di Universitas Pamulang.  Dia nyasar juga nih sama kayak gue. Ulangtahun sama, tahun kelahiran sama, jurusannya sama. Lama-lama pacarnya juga sama, hahaha.. Sayang, gue sama Ratna gak satu kampus. Karena Ratna tujuannya langsung pasti. Dulu dia bilang mau ambil manajemen di UNPAM. Dan gue Akuntansi tapi gak tau dimana. Mau ikut dia di UNPAM, kejauhan. Gunadarmalah yang terpilih. Gak apa-apa ya Bi, kita nyasar, yang penting, kita harus berusaha, untuk menunjukkan walaupun kita anak kesehatan tapi kita juga mampu dalam bidang keuangan. Warna kesukaannya sahabat gue ini, merah. Semuanya merah. Motornya juga merah. Semoga badannya gak merah-merah hehe :D Dia juga takut nih sama ulat bulu sama kayak Putri. Kebiasaan jeleknya adalah suka putus nyambung sama pacarnya. Mudah-mudahan dapet yang terbaik ya, Bi..

Gue Susi Febrina. Cewek paling cantik, imut, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung hahaha.. Ambil jurusan Akuntansi di Gunadarma. Selalu galau, tapi punya mimpi besar untuk Indonesia. Widih.. Kita lihat nanti! *jeger... jeger* hewan gak ada yang gue takutin, cuma agak geli kalo liat cicak. Hahaha.. Jujur, kebiasaan jelek gue adalah gengsian. Pernah disalah satu perjanjian gue sama MS. Padahal kangen banget, tapi buat bilang itu rasanya maluuuu banget. Mau cerita tentang gue, gak bakal kelar satu hari! mau lihat profil lengkap gue, cek aja di postingan Introduce my Self :)






Seru kan sahabat-sahabat aku? Unik-unik.. Kalau mau jalan, kita harus berenam. Kadang udah siap berangkat hari minggu, salah satu ada yang gak bisa, kita batalin ke minggu depan sampai bisa semua. Walaupun harus menunda-nunda, asal bisa ngumpul semua, gak masalah.
Untuk Rafi sama Anisa, semoga segera menyusul masuk ke dunia perkampusan yang sungguh menyita waktu bermain kita :)
Gue selalu berharap, MS selalu bersama-sama. Walaupun sekarang kita udah punya kehidupan masing-masing, temen baru misalnya, tapi kita harus ingat MS. Luangkan waktu 1 hari aja dalam sebulan di sela-sela kesibukan kita. Dan walaupun kita udah jarang ngumpul. Tapi kita harus inget satu sama lain, dan saling support. Kalau emang gue suka ngambek atau agak berubah, nggak kok. Cuma ya itu.... gengsi gue kegedean, sama kayak badannya hahaha...
Semoga persahabatan kita ini, tetap terjaga, selalu menyayangi, selalu  menjaga perasaan, tahan ego, gak ada marah-marahan lagi dan selalu menjadi sahabat sampai kita punya anak, cucu, cicit. Amin..

Ingat, kita berenam punya mimpi berada dan manapakkan kaki di bawah menara eiffel, Paris. Someday we wiil be there, Guys! Laf yu, MS!! 



Kamis, 27 Maret 2014

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA


A.    SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem Perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Sistem perekonomian yang dianut oleh negara Indonesia adalah Sistem perekonomian Pancasila yang berarti sistem perekonomian yang terjadi di Indonesia harus mengacu pada Pancasila terutama sila kelima. Sehingga secara normatif landasaan idiil sistem perekonomian di Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945.
B.     PENGERTIAN SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara  lain ideologi / falsafah hidup bangsa, sifat dan jati diri bangsa, serta struktur ekonomi.
C.    MACAM-MACAM SISTEM PEREKONOMIAN
1.      Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal yaitu sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Ciri-cirinya: (1)Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi. (2)Menerapkan sistem persaingan bebas. (3)Peranan modal sangat penting. (4)Peranan pemerintah dibatasi.
·         Kelebihan :
- Setiap individu bebas memiliki alat produksi sendiri
- Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena adanya persaingan
- Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat
- Kualitas barang lebih terjamin
·         Kekurangan :
- Sulit terjadi pemerataan pendapatan.
- Menimbulkan monopoli
- Rentan terhadap krisis ekonomi
- Adanya eksploitasi
2.      Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis)
Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi dimana ekonomi diatur  negara. Dalam sistem ini, jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marx , dia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya. Ciri-cirinya : (1)Hak milik individu tidak diakui. (2)Seluruh sumber daya dikuasai negara. (3)Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara. (4)Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
·         Kelebihan :
- Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
- Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
- Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
- Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
·         Kekurangan :
- Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha
- Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
- Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.
3.      Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Ciri-cirinya : (1)Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar. (2)Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum. (3)Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan. (4) Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah
·         Kelebihan :
- Kestabilan ekonomi terjamin
- Pemerintah memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menengah dan kecil.
- Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu
·         Kekurangan :
- Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta
- Sulit menentukan batas antara sumber produksi yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan swasta
D.    PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
1.      SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA
Sistem ekonomi di Indonesia adalah sistem ekonomi campuran. Khusus di Indonesia, mekanisme yang mengatur arah dan jalannya roda perekonomian tercantum dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi: “Perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Kata disusun menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia diatur secara sengaja, sehingga mekanisme yang dipilih jelas merupakan mekanisme terpusat.
Indonesia terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua. Sebelum merdeka, Indonesia mengalami masa penjajahan yang terbagi dalam beberapa periode. Ada empat negara yang pernah menduduki Indonesia, yaitu Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Portugis tidak meninggalkan jejak yang mendalam di Indonesia karena kuasa yang dimiliki oleh Belanda.
Belanda yang saat itu menganut paham Merkantilis benar-benar menancapkan kukunya di Hindia Belanda. Belanda melimpahkan wewenang untuk mengatur Hindia Belanda kepada VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris). Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi : 
·         Hak mencetak uang
·         Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai 
·         Hak menyatakan perang dan damai 
·         Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri 
·         Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
a.       Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar, terutama perang Diponegoro.
b.      Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar.
c.       Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri.
d.      Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas defisit.
Maka, VOC diambil-alih (digantikan) oleh republik Bataaf (Bataafsche Republiek). Sebelum republik Bataaf mulai berbenah, Inggris mengambil alih pemerintahan di Hindia Belanda.

Inggris (1811-1816) berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah. Sesuai dengan teori-teori mazhab klasik yang saat itu sedang berkembang di Eropa, antara lain :
a.       Pendapat Adam Smith bahwa tenaga kerja produktif adalah tenaga kerja yang menghasilkan benda konkrit dan dapat dinilai pasar, sedang tenaga kerja tidak produktif menghasilkan jasa dimana tidak menunjang pencapaian pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, Inggris menginginkan tanah jajahannya juga meningkat kemakmurannya, agar bisa membeli produk-produk yang di Inggris dan India sudah surplus (melebihi permintaan).
b.      Pendapat Adam Smith bahwa salah satu peranan ekspor adalah memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan (oleh Inggris) dan peranan penduduk dalam menyerap hasil produksi.
c.       The quantity theory of money bahwa kenaikan maupun penurunan tingkat harga dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar.
Akan tetapi, perubahan yang cukup mendasar dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami kegagalan di akhir kekuasaan Inggris yang seumur jagung di Hindia Belanda. Sebab-sebabnya antara lain :
a.       Masyarakat Hindia Belanda pada umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitung luas tanah yang dikenai pajak.
b.      Pegawai pengukur tanah dari Inggris sendiri jumlahnya terlalu sedikit.
c.       Kebijakan ini kurang didukung raja-raja dan para bangsawan, karena Inggris tak mau mengakui suksesi jabatan secara turun-temurun.

Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia. Sistem ini jelas menekan penduduk pribumi, tapi amat menguntungkan bagi Belanda, apalagi dipadukan dengan sistem konsinyasi (monopoli ekspor). Setelah penerapan kedua sistem ini, seluruh kerugian akibat perang dengan Napoleon di Belanda langsung tergantikan berkali lipat.
Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka memperkenalkan penggunaan uang pada masyarakat pribumi. Masyarakat diwajibkan menanam tanaman komoditas ekspor dan menjual hasilnya ke gudang-gudang pemerintah untuk kemudian dibayar dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Sistem Ekonomi Pintu Terbuka (Liberal) terjadi karena adanya desakan dari kaum Humanis Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga pribumi ke arah yang lebih baik, mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengubah kebijakan ekonominya. Dibuatlah peraturan-peraturan agraria yang baru, yang antara lain mengatur tentang penyewaan tanah pada pihak swasta untuk jangka 75 tahun, dan aturan tentang tanah yang boleh disewakan dan yang tidak boleh. Hal ini nampaknya juga masih tak lepas dari teori-teori mazhab klasik, antara lain terlihat pada :
1.  Keberadaan pemerintah Hindia Belanda sebagai tuan tanah, pihak swasta yang mengelola perkebunan swasta sebagai golongan kapitalis, dan masyarakat pribumi sebagai buruh penggarap tanah.
2.    Prinsip keuntungan absolut : Bila di suatu tempat harga barang berada diatas ongkos tenaga kerja yang dibutuhkan, maka pengusaha memperoleh laba yang besar dan mendorong mengalirnya faktor produksi ke tempat tersebut.
3.  Laissez faire laissez passer, perekonomian diserahkan pada pihak swasta, walau jelas, pemerintah Belanda masih memegang peran yang besar sebagai penjajah yang sesungguhnya.
Pada akhirnya, sistem ini bukannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi, tapi malah menambah penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang pada umumnya tidak diperlakukan layak.

Pemerintah militer Jepang (1942-1945) menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Sebagai akibatnya, terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor macet, sehingga terjadi kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat dengan jalan impor.

2.      SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia dan Amerika serikat , dua negara ini pun menganut sistem ekonomi yang berbeda. Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orde Baru hingga sekarang:
a.      Sistem Ekonomi Demokrasi
Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi :
1.  Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
2.  Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
3.      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
4.  Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
5.  Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
6.    Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
7.      Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi :
1.    Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
2.    Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3.     Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

b.      Sistem Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah :
1.      Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
2.    Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
3.      Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
4.      Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
5.      Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
Faktor yang menjadi penyebab kegagalan sistem perekonomian di Indonesia yaitu:
·         Program tersebut dibuat oleh tokohyang tidak sesuai dengan bidang ini melainkan dibuat oleh tokoh politik sehingga disetiap keputusan yang diambil lebih menitik beratkan pada masalah politik tidak untuk permasalahan ekonomi.
·      Dana negara yang seharusnya dialokasikan bagi kepentingan kegiatan ekonomi , akan tetapi digunakan untuk kepentingan politik serta perang.
·        Adanya kecenderungan yang tinggi yang terpengaruh untuk memakai sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.
3.      PARA PELAKU EKONOMI
Terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi juga sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.
a.      Pemerintah (BUMN)
1.    Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
2. Pemerintah Sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi. Pemerintah berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan pembangunan nasional.
b.    Swasta (BUMS) BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. BUMS merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan BUMS adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Perkembangan usaha BUMS terus didorong pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan.
c.       Koperasi Dalam UU No. 25 Tahun 1992, menyebutkan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Landasan koperasi Indonesia adalah pedoman dalam menentukan arah, tujuan, peran, serta kedudukan koperasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Koperasi Indonesia mempunyai beberapa landasan berikut ini.
1.      Landasan idiil: Pancasila.
2.      Landasan struktural: UUD 1945.
3.      Landasan operasional: UU No. 25 Tahun 1992 dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
4.      Landasan mental: kesadaran pribadi dan kesetiakawanan. UU No. 25 Tahun 1992 pasal 2

Sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini.
1.  Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.
2.  Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.      Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
4.      Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa perangkat organisasi koperasi terdiri dari : Rapat anggota, Pengurus dan Pengawas. Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman :
a.       Modal Sendiri Koperasi terdiri dari beberapa macam, yaitu: 
1.    Simpanan pokok, adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
2.    Simpanan wajib, adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama dan wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi pada waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
3.      Dana cadangan, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha. Dana cadangan digunakan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi.
4.      Hibah, yaitu sumbangan pihak tertentu yang diserahkan kepada koperasi dalam upayanya turut serta mengembangkan koperasi. Hibah tidak dapat dibagikan kepada anggota selama koperasi belum dibubarkan.
b.     Modal pinjaman koperasi. Modal pinjaman dapat berasal dari simpanan sukarela, pinjaman dari koperasi lainnya, pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya, dan sumber pinjaman lainnya yang sah.

Sumber:


http://www.kabarbronis.com/2505/mengenal-sistem-perekonomian-di-indonesia.html